Menuju Al-Aqsha: Oman (bagian pertama)

Perjalanan ini telah lama direncanakan.  Diantara 3 masjid yang disunahkan Rasulullah untuk dikunjungi, ibu saya belum ke Al Aqsha.  Itulah sebabnya beliau mengajak saya ke sana pada tanggal 8 Maret 2020.  Berdasarkan infomasi dari travel agent di tanah air, itu adalah waktu yang cukup nyaman untuk berkunjung ke Masjidil Aqsha karena suhu di sana pada tanggal tersebut tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.  Persiapan keberangkatan pun  kami mulai dengan penuh semangat.

Tanggal 2 Maret 2020, presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa telah ditemukan 2 kasus positif covid-19 di Indonesia.  Saya yang awalnya tenang-tenang saja menghadapi berita mengenai virus Corona ini jadi deg-degan juga. Pasalnya, pada tanggal 17 Februari 2020 Israel tidak mengizinkan orang yang selama 14 hari sebelumnya berada di Singapura, Thailand, Hongkong dan Macau untuk masuk ke Israel terkait dengan keberadaan kasus Corona di negara-negara tersebut. 

Hati saya bimbang, apakah akan melanjutkan perjalanan ini atau tidak.  Tujuan utama saya dan ibu adalah mengunjungi Al-Aqsha meskipun itinerary yang disiapkan pihak travel agent juga meliputi ziarah ke beberapa masjid dan tempat lainnya.  Saya berdoa pada Allah.  Mohon petunjukNya.  “Jika perjalanan ini baik bagi kami, mudahkanlah ya, Allah.  Aku ingin perjalanan ini lebih mendekatkan aku kepadaMu.” 

Setelah mengucapkan doa tersebut, saya menjadi lebih tenang.  Saya pasrahkan semua keputusan pada Allah swt.  Kami ingin berangkat ke Al-Aqsa pada tanggal 8 Maret nanti, jadi atau tidaknya Allah yang menentukan.  Jika Allah mudahkan jalannya, kami berangkat.  Jika ada kendala sehingga tidak jadi berangkat, saya yakin itulah yang terbaik.  Ibu pun setuju dengan pilihan ini.  Kami tetap berkemas, bersiap untuk berangkat menunaikan niat yang sudah lama terbetik.

Masih di tanggal 2 Maret 2020 saya menghubungi travel agent, bertanya apakah kita akan tetap berangkat pada tanggal 8 Maret 2020 sehubungan dengan pengumuman resmi ditemukannya kasus Corona di Indonesia.  Jawaban dari pihak travel agent yang saya terima pada tanggal 3 Maret 2020 menginformasikan bahwa sampai saat ini tidak ada travel ban dari Israel untuk turis dari Indonesia.  Alhamdulillah, semoga Allah mudahkan jalan kami menuju Al-Aqsha.

Pada tanggal 8 Maret 2020, kami berangkat dari bandara Soekarno Hatta sesuai rencana.  Itinerary-nya adalah Jakarta – Muscat – Kairo – Sharm El Sheikh – Taba – Jerusalem – Hebron – Bethlehem – Jerusalem – Amman – Petra – Amman – Muscat – Jakarta, selama 13 hari perjalanan.  Pada tanggal 8 Maret 2020 ini juga visa Israel disetujui.  Alhamdulillah.  Kecemasan saya tidak dapat masuk Israel hilang, visa sudah di tangan.  Semoga niat mengunjungi Al-Aqsha ini dapat terlaksana.

Perjalanan 7 jam dari Jakarta ke Muscat berlangsung nyaman.  Bangku pesawat banyak yang kosong sehingga setelah makan malam kami dapat berbaring dan tidur dengan nyenyak sepanjang sisa perjalanan.  Malam hari kami mendarat di Muscat, Oman.  Proses imigrasi berlansung cepat dan bersahabat.  Dari bandara kami langsung diantar ke hotel untuk beristirahat.  Kala itu malam telah larut.

Keesokan paginya rombongan diajak melakukan city tour di Muscat.  Negara mungil berbentuk kesultanan ini sedang giat membangun.  Kotanya ditata dengan baik.  Rumah-rumah yang dicat putih sesuai dengan arahan dari pemerintah memberikan nuansa kota yang cerah.

Kami mengunjungi masjid Agung Sultan Qaboos, masjid terbesar di Oman.  Yang khas pada masjid ini adalah karpet besar tanpa sambungan yang dibuat khusus oleh 600 orang pengrajin wanita Iran pada ruangan shalat jemaah pria.  Ruangan ini juga dihiasi dengan lampu gantung megah bertaburan ratusan kristal swarovski, menggambarkan kekayaan negara kecil penghasil minyak ini.  Kami melaksanakan shalat sunah di mesjid kebanggaan rakyat Oman tersebut.

Setelah mengunjungi masjid Sultan Qaboos, rombongan  bergerak menuju bandara Internasional Muscat untuk melanjutkan perjalanan menuju Kairo – tempat persinggahan kedua dalam perjalanan menuju Al-Aqsha.

Bersambung ke Menuju Al-Aqsha: Kairo (bagian kedua)

Mutiara, 17 Maret 2020

Dian L Izwar.

Catatan: tulisan ini saya buat setahun yang lalu.  Saat itu belum ada dapurhati. 😊


“Dialah yang menjadikan untuk kamu, bumi  yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

Q.S. Al-Mulk ayat 15

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

2 thoughts on “Menuju Al-Aqsha: Oman (bagian pertama)”

  • September 21, 2024 at 11:19
    Permalink

    Perjalanan ibadah yang menyenangkan dan mendebarkan dalam suasana ancaman Pandemi

    Reply
    • October 15, 2024 at 10:42
      Permalink

      Betul.. Ma syaa Allah.. banyak pelajaran dalam perjalanan.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *