Halal Bi Halal

“Halal bi Halal keluarga jadinya di rumah kita,” ujar suami saya di pagi hari ke-2 Idul Fitri.  Ini perubahan mendadak karena biasanya kami berkumpul di rumah saudara tertua.

“Kapan?”  Saya bertanya sembari mereka-reka persiapan yang perlu dilakukan.

“Hari ke-4 Lebaran.” 

Dua hari lagi!

“Ok.  In syaa Allah.”  Saya segera menghubungi sahabat yang biasa menyediakan jasa katering, semoga ia masih menerima pesanan. 

“Kami liburnya belakangan,” tulisnya disertai emoticon tawa menanggapi pesanan mendadak saya.  Alhamdulillah.

Saya pun tenang.  Makanan sudah dipesan, tinggal melakukan persiapan di rumah.  Asisten rumah tangga berjanji kembali pada hari ke-3 Lebaran.  Pas waktunya.  Allah Maha Mengatur.  Alhamdulillah.

Pukul 11.09 kemarin, saya menerima pesan dari sang asisten.  Ia telah berkemas dan memesan travel tapi tak jadi berangkat ke Jakarta.  Ayahnya meninggal pukul 2 dini hari.  Qadarullah. 

Saya menarik napas.  Halal bi Halal keluarga besar di rumah tanpa bantuan asisten rumah tangga.  Bismillah.  Semoga Allah mudahkan. 

Pukul 14.14, sebuah pesan WA masuk.  Pesan dari asisten rumah tangga saya yang satu lagi. 

“Bu, saya sudah pulang.  Besok saya masuk kerja ya.”  Demikian bunyi pesan yang sangat melegakan hati.

“Alhamdulillah.  Iya, Mbak.”  Saya menjawab pesannya dengan penuh syukur.  Jadwal liburnya hingga hari ke-6 Lebaran tapi ia mengatakan akan masuk di hari ke-4.  Ma syaa Allah.  Alhamdulillah.  Tidak ada yang menggerakkan hatinya kecuali Allah Yang Maha Penyayang. 

Saya menuliskan ini sebagai pengingat bahwa Allah Yang Maha Bijaksana akan selalu memberi jalan keluar terbaik.  Dalam setiap langkah kehidupan, tugas kita adalah memohon kemudahan dariNya kemudian melakukan apa yang kita bisa. 

Meyakini bahwa Allah akan selalu menolong membuat kita terhindar dari stres yang panjang.  Tantangan kehidupan akan selalu ada, dari skala yang sederhana hingga yang menguras emosi dan tenaga.  Menyerahkan semua urusan pada Yang Maha Kuasa membuat kita lebih tenang dan dapat berpikir jernih.  Ketenangan ini adalah kunci dari kesehatan mental sekaligus pintu kebahagiaan, in syaa Allah.

Mutiara, 24 Maret 2026 / 4 Syawal 1447 H.

Dian L Izwar


“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Baqarah: 153)

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *