Bicara pada Pemilik

“Dia susah sekali diajak ngomong, Bu,” keluh sahabat di hadapan saya.

“Kalau diajak ngobrol begini, dia diam aja atau menghindar,” lanjutnya.

Saya mendengarkan sambil mengamati ekspresi sedih bercampur kesal yang terlukis di wajahnya.

Sang sahabat terus bercerita mengenai pasangannya, “Saya kan maunya dia bla… bla.. bla…”

Terkesan harapannya terhadap sang suami tidak terpenuhi selama masa pernikahan mereka yang sudah berbilang tahun.

“Jadi saya harus bagaimana?  Saya capek begini terus.”  Demikian kurang lebih ia mengakhiri curahan hatinya dengan nada sendu.

“Dalam hidup ini ada dua hal.  Pertama adalah hal yang bisa kita kendalikan, yang kedua adalah hal yang tidak bisa kita kendalikan.  Kita perlu fokus pada hal yang bisa kita kontrol.  Yang tidak bisa dikontrol tidak perlu dipikirkan, nanti capek sendiri.  Energi kita terkuras tapi hasilnya tidak ada, karena memang hal itu berada di luar kendali kita.” 

Sang sahabat mengangguk.

“Nah.  Dalam kasus ini, yang berada di dalam kendali Mbak siapa? Suami atau diri Mbak?”

“Ya, saya, Bu.  Dia kan nggak mau berubah.  Dibilangin berkali-kali tetap aja begitu.”

“Iya.  Pada umumnya orang tidak akan berubah kecuali dia mau berubah.  Jadi kita fokus pada diri Mbak aja?”

Sekali lagi sang sahabat mengangguk.

“Sekarang, coba pikirkan hal apa yang bisa Mbak syukuri dari keadaan saat ini.”

Ekspresi bingung tampak di raut wajah sang sabahat.  Barangkali dia berpikir saya aneh juga.  Orang sedang mengeluh, malah diminta bersyukur.☺

Suasana hening sejenak menemani kami.  Saya menunggu.  Sang sahabat masih terdiam.

“Alhamdulillah masih punya suami,” pancing saya selang beberapa waktu.

Ia menatap saya.

“Alhamdulillah suaminya sehat,” lanjut saya diiringi senyum.

Ia mengangguk, “Iya, Bu.”

“Mari kita fokus pada hal yang bisa disyukuri.  In syaa Allah kita nggak akan merasa sedih dan kesal.”

“Kalau soal dia nggak mau berubah, gimana?” 

Sang sahabat tetap mau pasangannya berubah seperti yang ia inginkan.

“Coba bicara sama yang punya.”

“Yang punya?”

“Suami Mbak milik siapa?”

“Saya.”

“Yakin?”

Sesaat keningnya berkerut.

“Bukan milik Allah?”

“O iya.”

“Bicara pada Allah.  Ceritakan apa yang dirasa.  Minta petunjukNya.  Saya ingin suami saya bla..bla..bla.. bagaimana caranya ya, Allah?  Yang penting, yakin Allah akan memberikan petunjuk.”

Sang sahabat terdiam sejenak lalu mengangguk.  Percakapan di atas terjadi kurang dari sepekan yang lalu.

=======

Sore tadi, sang sahabat kembali berkunjung.  Raut mukanya lebih cerah, semangat membias di wajahnya.  

“Sore sepulang dari sini, saya tekan ego saya.  Saya kuatin hati biar nggak kesel, nggak gengsi.  Saya sapa suami.  Dia jawabnya masih sengit.  Tapi malamnya, tiba-tiba dia ajak saya ngobrol.  Dia cerita banyak.  Kami ngomong sampai lama.  Bener ya, Bu.  Yang penting kita benerin hati kita dulu.  Minta sama Allah.  Alhamdullillah.  Tiba-tiba baik aja.  Kami ngobrol.  Suami juga bawain hadiah untuk saya dan anak-anak.”

“Alhamdulillah.”  Saya turut senang dengan perubahan yang terjadi pada diri dan relasi sang sahabat dengan pasangan hidupnya.  Semoga Allah subhana wa ta’ala senantiasa melimpahkan sakinah dalam kehidupan mereka. 

Saya menuliskan ini sebagai catatan.  Sebuah contoh dari kekuatan doa dan keinginan untuk berubah.  Jiwa yang tenang dan dekat pada Allah akan memancarkan energi positif yang in syaa Allah juga akan berdampak positif pada lingkungannya. 

Sesungguhnya Allah mengikuti sangkaan hambaNya.  Tugas kita adalah berbaik sangka.  Bersangka baik pada diri sendiri, pada orang lain, dan yang terpenting adalah berbaik sangka pada Sang Pemilik alam semesta.

Mutiara, 22 September 2023

Dian L Izwar


“… Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka … “

QS. Ar-Ra’d: 11


 

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

2 thoughts on “Bicara pada Pemilik”

  • September 20, 2024 at 22:41
    Permalink

    Maa sya Allah. Husnydzon pada Allah dan tawakal kepada Nya.

    Reply
    • October 15, 2024 at 10:40
      Permalink

      Iya, Mbak Rahmi.. Ma syaa Allah.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *