Puisi Ibu
Jangan Panggil Aku
Jangan panggil aku Ibu
Kalau kau hanya ingin menyusu
Masa itu tlah berlalu
Tegaklah kau di kakimu
Jangan panggil aku Emak
Kalau kau hanya mampu teriak
Timanganku adalah gerak
Bukan sorak serak
Jangan panggil aku Mama
Kalau kau hanya sekedar bicara
Teladanku nyata
Bukan pura-pura
Jangan panggil aku Umi
Kalau hatimu masih tinggi
Doaku melangit
Kakiku di bumi
Jangan panggil aku Bunda
Kalau kau tak hendak membaca tanda
Daun yang jatuh adalah pesan
Semilir angin adalah kalam
Jangan panggil aku Ina
Kalau pada harta kau berbangga
Kelak saat kembali tiba
Bukan itu yang kan kau bawa
Jangan panggil aku Ambu
Kalau kau hanya merindu
Rinduku adalah laku
Yang seharusnya kau tiru
Mutiara, 9 Juni 2021
