Voice Note
Ayah saya suka berkebun. Beliau mempunyai jadwal rutin mengunjungi kebun kami di desa, terutama menjelang musim durian tiba. Beliau biasanya akan menghabiskan waktu beberapa lama di tanah luas yang dipenuhi aneka pohon itu. Ayah akan memberikan kabar ke Jakarta mengenai perkembangan buah durian yang ada. Mulai dari sebesar tinju, seukuran kelapa, hingga sampai waktunya satu per satu buah yang masak jatuh dari batangnya. Video call adalah sebuah rutinitas menyenangkan selama Ayah berada di desa. Kami bisa turut menikmati suasana kebun dari Ibu Kota.
Kala musim durian telah mencapai puncaknya, kami biasanya akan menyusul ke kebun untuk menikmati si raja buah yang baru jatuh dari pohonnya. Sebuah pengalaman yang seru dan mengasyikkan. Pada saat menikmati buah berduri yang jatuh karena telah masak di batangnya itu, saya baru benar-benar dapat menghayati makna pepatah ‘bagai mendapat durian runtuh’. Senangnya tidak terkira. 🙂
Beberapa hari yang lalu, keponakan sulung saya berkata, “Ma, anggap aja Kakek lagi ke kebun. Cuma sekarang kita nggak bisa video call.”
Haru menyelinap di hati saya. Seorang gadis kecil berusaha menghibur ibunya. Sepertinya ia masih menangkap aura sendu di wajah adik saya. Cucu kesayangan Kakek berupaya memaknai situasi yang ada dengan logika 7 tahunnya.
Saya merenung. Apa yang disampaikan keponakan saya benar. Kami tidak bisa lagi berbincang dengan Ayah. Beliau telah kembali pada Sang Pemilik Hidup. Namun demikian, saya membaca bahwa doa yang disampaikan untuk seorang muslim tanpa sepengetahuannya adalah doa yang mustajab dan malaikat mendoakan kebaikan yang sama untuk orang yang berdoa. Disebutkan bahwa mendoakan orang yang telah tiada termasuk mendoakan sesama muslim tanpa sepengetahuannya, in syaa Allah doa ini akan dikabulkan dan sampai pada orang yang didoakan. Jadi, meski kini Ayah berada di alam yang berbeda bukan berarti komunikasi dengan beliau menjadi terputus begitu saja.
“Ah, Cantik… Kesayangan Bunda, kita masih bisa berhubungan dengan Kakek, Nak. Kita bisa mendoakan Kakek kapan saja. Kita memang tidak bisa lagi video call, tapi kita selalu bisa kirim ‘voice note’, Sayang. In syaa Allah, doa-doa yang kita mohonkan pada Yang Maha Mendengar akan sampai pada Kakek rahimahullah. Aamiin.”
Mutiara, 14 Maret 2023
Dian L Izwar
“Doa seorang Muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu mustajab. Di atas kepala orang itu ada malaikat yang mencatatnya. Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat tersebut mengucapkan amin (semoga Allah mengabulkan) dan untukmu juga seperti itu.”
(HR Muslim)
