History of Psychology

Hari kedua seminar Prof. Nizar Al-Ani membawa kami mengenal sejarah psikologi.  Perkembangan psikologi sebagai ilmu diceritakan bersama latar belakang kehidupan para tokoh yang terlibat – sesuatu yang tidak saya peroleh saat awal mempelajari teori para tokoh tersebut 30 tahun silam.

Sejarah psikologi yang kita kenal dimulai sejak zaman Yunani.  Pada masa itu psikologi merupakan bagian dari filsafat. Kamus Blankart’s mendefinisikan psikologi sebagai “the science concerned with spirits.” 

Wundt merupakan tokoh pertama yang mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang terpisah dari filsafat.  Laboratorium psikologi pertama yang didirikannya di Leipzig, Jerman pada tahun 1879 membuat ia diakui sebagai Bapak Psikologi Modern.  Wundt mendefinisikan psikologi sebagai “the science concerned with what lies beyond physical phenomena to study the internal phenomena of humans.” 

Psikologi kemudian berkembang hingga ke Amerika.  Pada tahun 1905 McDougal memberikan definisi baru pada psikologi, yaitu “the science of behavior.”  Pada titik ini psikologi berubah dari ilmu yang mempelajari proses internal di dalam diri manusia menjadi ilmu perilaku yang bisa diamati dari luar.  Paham positivisme sangat kuat mempengaruhi perkembangan psikologi di Amerika selama hampir 30 tahun.  Selanjutnya muncul perspektif kognitif dan humanisme yang menyatakan bahwa perilaku manusia lebih dari sekedar stimulus dan respon.  Pada tahun 1970 disepakati definisi baru psikologi yang bisa mencakup semua perspektif, yaitu ilmu yang mempelajari perilaku dan proses mental. 

Prof. Nizar menyampaikan bahwa psikologi lahir di Jerman kemudian besar dan menua di Amerika.  Kiblat psikologi dunia beralih dari tempat kelahirannya ke tempat di mana ia dibesarkan.  Dalam perkembangannya sebagai ilmu selama lebih dari 150 tahun, ada 10 tokoh yang banyak berpengaruh dalam psikologi modern, yaitu:

Wilhelm Wundt (1832-1920) sebagai Bapak Psikologi Modern. Ia pertama kali mendirikan laboratorium psikologi dan menulis buku teks pertama psikologi: Principles of Psychology.

William James (1842-1910) sebagai Bapak Psikologi Amerika yang menulis buku teks psikologi Amerika pertama.

Ivan Pavlov (1849-1936) dengan teori classical conditioning yang didasarkan pada eksperimen pemberian stimulus pada anjing.

Sigmund Freud (1856-1939) dengan teori psikoanalisa yang didasari pada observasinya terhadap 37 pasien penderita gangguan mental.

Jean Piaget (1896-1980) dengan teori proses perkembangan kognitif berdasarkan pengamatan terhadap 2 orang anaknya.

Carl Rogers (1902-1987) dengan client-centered therapy yang menekankan pentingnya empati dan penerimaan tanpa syarat dalam proses terapi.  Hal ini dipengaruhi oleh pengalamannya yang sering merasa tidak dimengerti.

Erik Erikson (1902-1994) dengan teori perkembangan psikososial yang diperluas dari konsep Psikoanalisa Freud setelah ia mempelajarinya melalui Anna Freud.  Teorinya dipengaruhi oleh kebingungan identitas yang dialaminya di masa kecil. 

B.F. Skinner (1904-1990) dengan teori operant conditioning yang didasari oleh penelitian pada tikus dan burung.

Leon Festinger (1919-1989) yang mengusulkan teori cognitive dissonance.

Albert Bandura (1925-2021) dengan teori social learning.  Bandura merupakan tokoh psikologi Amerika terbaik menurut Prof. Nizar, karena ia mengembalikan fokus psikologi pada manusia. 

Memahami proses pengembangan teori dari tokoh-tokoh psikologi terkemuka ini mengantarkan kita pada sebuah pertanyaan penting: apakah teori tersebut benar-benar dapat digunakan untuk memahami manusia?  Apakah kita bisa menyatakan pengalaman satu orang berlaku pada semua individu?  Apakah kita bisa memberlakukan hasil pengamatan terhadap 2 anak pada seluruh populasi?  Apakah kita bisa menggeneralisasi hasil observasi dari penderita gangguan mental pada individu sehat?  Lebih jauh, apakah kita bisa melakukan generalisasi hasil penelitian dengan obyek hewan pada manusia?  Ini merupakan salah satu diantara banyak krisis dalam psikologi modern.

Ma syaa Allah.  Prof. Nizar mengajak saya untuk berpikir kritis, mengevaluasi sebuah teori secara menyeluruh.    Semoga diskusi  mengenai alternatif esok hari dapat memberi jalan keluar dari krisis yang ada.  Tak sabar rasanya untuk segera melanjutkan proses belajar ini.  Semoga Allah mudahkan.  

Mutiara, 8 Juli 2025
Dian L Izwar


Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kau ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.
QS. Al-Isra: 36


#Refeksi hari kedua “International Seminar: Redefining the Human Psyche: Islamic Perspective for a Changing World’” – UI Salemba, 7-9 Juli 2025.

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *