Menghilangkan Corona
Beberapa hari yang lalu seorang keponakan menelepon. Sudah lama kami tidak berjumpa dengannya. Di masa pandemi ini silaturahmi melalui panggilan video cukup dapat mengobati rindu.
Seperti biasa, percakapan mengalir ringan dan menyenangkan. Putri dari sang keponakan yang turut serta dalam perbincangan menambah seru percakapan malam itu. Sudah hampir setahun kami tidak bertemu dengan sang cucu, hanya mengikuti aktivitas tumbuh kembangnya melalui unggahan ibunya di media sosial. Ia tumbuh cepat dan makin pintar.
“Atuk main sini dong,” ujar gadis kecil itu. Ia memanggil suami saya dengan sebutan Atuk.
“Iya. Kita tunggu coronanya hilang ya. Nanti Atuk main ke sana. In syaa Allah.”
“Iya, nanti kalau coronanya hilang,” ulang sang cucu.
Ibunya telah memberi tahu bahwa selama pandemi ini – selama masih ada corona – ia belum bisa bebas berkunjung ke rumah kerabat atau menerima tamu di rumah.
“Na bisa nggak bikin coronanya hilang?” Atuknya bertanya.
“Bisa!” anak perempuan itu menjawab lantang. Nada suaranya terdengar sangat yakin. Ekspresi wajahnya pun menyiratkan rasa percaya diri atas jawaban yang disampaikan.
Saya tersenyum mendengar jawaban penuh keyakinan itu. “Bagaimana caranya?”
“Berdoa!” Gadis kecil kesayangan kami menjawab dengan ekspresi keyakinan yang sama. Mantap sekali gayanya menjawab. Terasa seolah jawaban itu akan menyelesaikan masalah yang ditanyakan padanya.
Saya dan Atuknya tertawa. Terpesona akan keyakinan kuat yang keluar dari mulut kanak-kanaknya.
“Coba, berdoanya gimana?” tanya kami.
“Ya Allah. Semoga coronanya cepat hilang. Aamiiiin.” suara bening gadis 3 tahun memenuhi ruang dengar.
“Pintar.”
Pujian Atuk dibalas sang cucu dengan senyum manis malu-malu.
Setelah kami menutup telepon, saya merenung. Gadis kecil itu sangat percaya pada ibunya. Ketika sang ibu mengajarkan bahwa dengan berdoa ia dapat membuat corona hilang, ia percaya hal itu dapat terjadi. Rasa percaya itulah yang membuat ia menjawab dengan yakin pertanyaan yang diajukan padanya.
Rasa percaya membuat seseorang menjadi yakin akan sesuatu. You are what you believe. Keyakinan akan membentuk kita. Allah mengatakan dalam sebuah hadis Qudsi bahwa Ia mengikuti sangkaan hambaNya. Wallahu a’lam.
Mutiara, 8 April 2021
Dian L Izwar
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu….”
QS. Al-Mu’min ayat 60
