Meja yang Rapi

Seorang sahabat bercerita, sepekan terakhir suasana hatinya terasa lebih nyaman.  Hari-harinya menjadi lebih menyenangkan dan banyak hal yang dapat diselesaikannya.  Ia menjadi lebih bersemangat dalam mengisi hari.  Penyebabnya sederhana saja, selama sepekan ini ia memulai hari dengan merapikan satu sudut kecil di rumahnya.  Ia memang sudah lama berencana untuk merapikan banyak hal.  Namun setiap kali akan memulai, ia merasa banyak sekali yang harus dilakukan.  Ia tidak tahu harus mulai dari mana dan akhirnya hari itu berlalu tanpa perubahan yang berarti di rumahnya. 

Pekan lalu, ia mengubah cara pikirnya.  Pagi hari, ia langsung saja merapikan satu bagian kecil yang tampak olehnya.  Ia tak menetapkan target harus merapikan seluruh rumah tapi hanya satu bagian saja.

“Awalnya aku cuma rapiin meja.  Cuma meja aja.  Ngeliat meja yang rapi itu kayaknya seneng banget.  Jadi happy, kayaknya ada achievement.  Besoknya aku rapiin atas lemari, dikit-dikit aja tapi bikin mood jadi enak.”

Demikian ia merapikan sedikit demi sedikit rumahnya.  Rumahnya rapi, suasana hatinya nyaman dan hari-harinya menjadi produktif, jauh berbeda dari pekan sebelumnya. 

Apa yang terjadi pada sahabat ini?  Bagaimana sebuah hal kecil – hanya merapikan meja –  dapat membawa perubahan besar dalam dirinya?

Sepekan terakhir, sang sahabat telah berhasil mengubah persepsinya terhadap tugas yang harus dipenuhi.  Pada awalnya ia menetapkan target untuk merapikan seluruh rumah, sebuah pekerjaan besar,  dan ia merasa tak mampu untuk melaksanakannya.  Hal ini menimbulkan stres sehingga ia tak lagi dapat berpikir jernih dan merasa tak berdaya.  Ia pun ‘tak melakukan apa-apa’ karena tugas merapikan rumah ini dirasakan sangat berat. 

Pada saat ia mengganti tugas merapikan seluruh rumah dengan merapikan meja saja, ia menjadi merasa mampu untuk menyelesaikannya.  Ia pun mengerjakan tugas tersebut dan berhasil.  Keberhasilan ini menimbulkan rasa senang. 

Secara fisiologis, pada saat kita merasa berhasil melakukan sesuatu maka tubuh akan mengeluarkan dopamin.  Dopamin adalah salah satu hormon yang menimbulkan rasa bahagia pada diri kita.  Pada saat sang sahabat melihat meja yang rapi dan merasa bahwa ia telah berhasil menyelesaikan sebuah tugas maka hormon dopamin dalam tubuhnya bertambah, ia merasa bahagia.  Penelitian menunjukkan bahwa pada saat seseorang merasa bahagia, tantangan yang ada akan terlihat lebih mudah.  Sang sahabat pun merasa lebih mampu mengerjakan banyak hal dan menjadi lebih produktif. 

Menjadi produktif merupakan salah satu ciri pribadi sehat mental.  Menyambut hari kesehatan mental pada tanggal 10 Oktober 2021 ini, tips sang sahabat untuk memulai hari dengan mengerjakan sebuah pekerjaan kecil yang berarti dan mensyukuri kebehasilan saat menyelesaikannya mungkin dapat menjadi salah satu alternatif bagi kita dalam mengawali hari.  Semoga ikhtiar ini dapat membuat kita menjadi lebih sehat mental.  Wallahu a’lam.

Padang Datar, 8 Oktober 2021.
Dian L Izwar


“(Luqman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus, Maha Mengetahui.”
QS. Luqman: 16

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

2 thoughts on “Meja yang Rapi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *