Rendang Sapi DapurHati

Saat membuka email tadi pagi, saya mendapati kiriman piagam penghargaan memasak rendang dalam kegiatan Rendang Mendunia yang diselenggarakan secara virtual pada tanggal 21 Agustus yang lalu.  Saya tersenyum memandang sertifikat yang ditanda tangani oleh gubernur Sumatera Barat itu.  Ini adalah sertifikat pertama saya di bidang kuliner.  Saya senang karena dapat berpartisipasi dalam upaya melestarikan masakan khas nusantara.  Meskipun kecil, kita perlu melakukan apa yang kita bisa, kan?  Yang bisa saya lakukan saat itu adalah turut membuat rendang.  Kegiatan memasak rendang ini tercatat di Musium Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk jumlah pemasak terbanyak secara daring. 

Di samping memecahkan rekor MURI, pada kegiatan kemarin saya juga mencetak rekor tersendiri dalam sejarah saya memasak rendang.  Untuk pertama kalinya saya membuat rendang hanya sebanyak setengah kilogram daging padahal biasanya saya menyiapkan 2 kg daging atau lebih untuk sekali merendang.  Sayang rasanya memasak dalam jumlah sedikit mengingat durasi memasak kuliner khas ranah minang ini cukup lama.  Namun pada kegiatan kemarin, saya baru mendapat informasi acara pada H-1 dan kalio sudah harus jadi pada hari H-1 juga.  Tak sempat lagi saya berbelanja.  Berhubung persediaan cabai di rumah hanya 1 ons, jadilah saya memasak 1/2 kg daging saja.  Ternyata durasi memasak 1/2 kg daging juga lebih singkat dari biasanya, sekitar 3 jam.

Rendang yang saya buat kemarin menggunakan campuran kentang kecil.  Saya dan keluarga adalah penyuka kentang.  Nenek saya dari ibu senang menambahkan kacang merah pada masakan rendang beliau, sementara nenek saya dari ayah sering menggunakan singkong, keduanya enak juga.

Berikut resep rendang yang saya buat kemarin.  Ini adalah resep dasar yang sederhana tapi menghasilkan rasa rendang yang saya suka.  Ada juga yang membuat rendang dengan menambahkan rempah lain, semua itu tergantung selera.

Bahan:
1/2 kg daging sapi
700 ml santan kental dari 1 kelapa
2 ruas jari lengkuas, memarkan

1 lembar daun kunyit
3 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk
1 ons kentang kecil (untuk rendang), tusuk dengan garpu setelah dibersihkan.

Bumbu halus (pastikan semua benar-benar halus, termasuk biji cabai):
1 ons cabai merah keriting
1/2 ons bawang merah
3 siung bawang putih
1 cm jahe
1 sdt garam

Cara memasak:


Campurkan semua bahan.

Masak hingga mendidih sambil diaduk agar tidak pecah santan.

Setelah mendidih, kecilkan api dan masak sekitar 1 jam hingga daging empuk.

Saat daging sudah empuk, calon rendang ini sudah bisa dinikmati layaknya gulai daging. Koreksi rasa dapat dilakukan pada tahap ini.  Kemarin saya berhenti dulu saat sampai di tahap ini untuk mengerjakan hal lain, saat senggang baru saya lanjutkan lagi memasak selama 1 jam dengan api kecil.

Setelah dimasak selama 2 jam, rendang memasuki fase kalio, yaitu saat kuahnya sudah mengental.  Saya paling suka rendang pada tahap ini karena bumbunya telah meresap dan dagingnya empuk.  Setelah ini daging akan mulai mengeras dan bumbu akan mengering. 

Saat kalio terus dimasak, santan akan mulai mengeluarkan minyak.  Pada tahap ini kita perlu terus mengaduk agar rendang tidak hangus, gunakan api kecil saja.  Kekhasan rasa rendang terjadi dari proses pengeringan oleh minyak kelapa ini.  Inilah asal nama rendang, yaitu memasak hingga kering.  Merendang.  

Setelah dimasak sekitar 3 jam, rendang pun matang.  Rendang yang kering ini bisa tahan cukup lama sehingga sangat cocok untuk bekal di perjalanan.  Semoga sahabat dapurhati menyukai masakan yang telah mendunia ini.  Selamat merendang.

 

Padang Datar, 19 September 2021

Dian L Izwar 

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *