Human as A Learning & Moral Creature
Islam memandang manusia sebagai learning creature dan moral creature. Kedua konsep ini menjadi dasar bagi manusia dalam menentukan langkah untuk menjalani hidup. Dengan demikian, bahasan mengenai manusia hendaklah didasari oleh pemahaman bahwa sejatinya manusia adalah makhluk pembelajar dan memiliki nilai-nilai moral yang telah terberi di dalam dirinya.
Learning Creature
Sebagai seorang pembelajar, manusia mempunyai kemampuan untuk mengembangkan diri dan melakukan perbaikan. Implikasinya pada kehidupan sehari-hari adalah adanya perubahan. Dengan kemampuan belajarnya ini, manusia akan selalu berubah. Harapannya tentu menuju arah yang lebih baik, in syaa Allah. Oleh karenanya kita perlu membuka hati dan pikiran untuk menerima hal-hal baru. Kita juga perlu menyadari bahwa manusia tidak sempurna sehingga perlu terus belajar dan mengembangkan diri. Tazkia, sebuah konsep pengembangan diri dalam psikologi Islam merupakan sikap dasar yang perlu kita miliki. Mengembangkan diri untuk lebih dekat pada Ilahi.
Memahami manusia sebagai makhluk pembelajar juga mempunyai implikasi penting dalam relasi kita dengan orang lain. Sebagai guru, misalnya, kita perlu menyadari bahwa setiap anak mempunyai kemampuan belajar. Bila pada suatu saat kita bertemu murid yang mengalami kendala dalam mempelajari sesuatu, keyakinan bahwa kemampuan belajar adalah fitrah manusia akan membuat kita tetap memiliki harapan bahwa ia mampu. Dengan keyakinan ini tentunya kita akan tetap membimbing sang murid untuk belajar dengan kecepatannya sendiri. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri, in syaa Allah.
Moral Creature
Sebagai makhluk bermoral, manusia terlahir dengan kemampuan untuk membedakan baik dan buruk. Sejatinya jiwa kita tahu mana hal yang baik. Saya ingat nasihat yang mengatakan bahwa nurani selalu memberi pertunjuk mengenai baik dan buruk. Ia akan membuat kita merasa tidak nyaman pada saat kita melakukan sesuatu yang buruk atau menyalahi aturan. Namun ia hanya bekerja sekali. Saat kita mengabaikan perasaan tidak nyaman itu, nurani akan berhenti mengingatkan. Apakah saat nurani berhenti bekerja itu yang disebut dengan hati yang mati? Na’udzubillahi min dzalika.
Dalam berhubungan dengan orang lain, pemahaman bahwa manusia merupakan makhluk bermoral membuat kita tidak perlu memaksakan tentang baik dan buruk pada seseorang. Bukankah sesungguhnya ia telah tahu mana yang baik? Hanya ia memilih untuk mengambil jalan yang lain. Yang perlu kita lakukan adalah berusaha memahami mengapa ia melakukan hal tersebut dan berbekal pemahaman ini, kita dapat membuka diskusi mengenai jalan yang dipilihnya. Saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran in syaa Allah dapat kita lakukan. Namun pilihan sepenuhnya berada pada yang bersangkutan.
Freedom to choose
Setelah membekali manusia dengan kemampuan untuk memahami sesuatu serta membedakan antara baik dan buruk, Allah memberikan manusia kebebasan untuk memilih. Manusia bebas menentukan langkah yang akan diambil dalam menjalani hidup. Manusia dapat melakukan apa pun yang ia inginkan. Tentu saja kebebasan ini diiringi dengan tanggung jawab. Manusia bertanggung jawab penuh atas semua pilihannya. Konsekuensi dari pilihannya akan dialami manusia saat menjalani kehidupan di dunia ini dan juga di hari perhitungan nanti. Sebuah kebebasan yang bertanggung jawab. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk melangkah di jalanNya.
Mutiara, 27 Februari 2022
Dian L Izwar
#Refleksi kuliah sesi ketujuh “The 126-hour program on Islamic Psychology as the science of human soul, cognition, emotion and behavior”. Sabtu, 5 Maret 2022, 20.00-22.00 WIB oleh Dr. Bagus Riyono, MA, Psikolog
“Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung.”
QS. Al Maidah: 125

Keren… Mengingatkan tanpa menggurui… Banyak sayang n cinta dari kami bunda bunda PAUD NUR LAROEHA Kab Muna… #ARI’91
Alhamdulillah.. salam sayang dan semangat untuk Bunda-Bunda PAUD NUR LAROEHA ya, Ri.. Semoga nanti bisa main ke sana.. in syaa Allah.