Panjang Umur
“Wah, udah Desember lagi.”
“Iya, nggak terasa. Sebentar lagi ganti tahun, kayaknya baru kemaren tahun baru. Sekarang dah mau tahun baru lagi”
“Semoga kita panjang umur ya.”
“Aamiin. Mesti jaga kesehatan. Jaga makanan. Sama rajin olah raga juga nih. Mesti sehat biar panjang umur.”
Percakapan menjelang akhir tahun ini mengingatkan saya akan waktu yang terus berjalan. Waktu yang terkadang berlalu tak terasa. Tanpa disadari umur kita terus bertambah. Semakin bertambah usia, semakin berkurang pula waktu kita di dunia. Namun setiap orang tetap berharap umur panjang.
Pada hakikatnya, usia adalah anugerah. Allah memberi kita waktu untuk menjalani kehidupan sebelum kembali padaNya. Allah berikan peluang untuk berbekal, memberi kesempatan untuk berpacu dalam amal. Bagaimana kita mengisi waktu akan berpengaruh pada tempat pulang kita kelak.
Semakin panjang umur, idealnya semakin banyak pula bekal terkumpul. Oleh karena itu umur panjang senantiasa menjadi doa. Manusia berharap dapat berlama-lama di dunia.
=======
Saat kemarin membaca riwayat hidup Imam Bukhari, membuka Tafsir Ibnu Katsir, dan menelusuri Tasauf Modern Buya Hamka, saya teringat akan doa panjang umur yang sering kita minta. Imam Bukhari wafat pada usia sekitar 62 tahun dan Ibnu Katsir berpulang di usia sekitar 74 tahun. Keduanya tidaklah termasuk berumur panjang bila mengacu pada sabda Rasul
bahwa usia umat Nabi Muhammad
berkisar antara 60-70 tahun. Namun berabad setelah ajal menjemput, nama beliau masih disebut. Karya-karyanya terus dipelajari hingga kini. Buah pikirnya tetap jadi pedoman dan diamalkan.
Demikian pula Buya Hamka, tokoh Nusantara yang hidupnya “lebih dekat” dengan kita. Puluhan tahun setelah beliau berpulang, buku-bukunya terus dicetak ulang. Ide-ide beliau tetap memberi sumbangan bagi umat. Ma syaa Allah. Saya rasa inilah yang disebut nikmat panjang umur.
Usia tidak mengacu hanya pada berapa lama kita hidup di dunia tapi juga pada amal yang tetap ada setelah kita tiada. Bagaimana seseorang tetap hidup melalui karya-karya yang bermanfaat adalah makna dari panjang umur yang sesungguhnya. Umur panjang hadir dalam karya lestari yang tak lekang oleh hari.
Saya merenung. Apa yang bisa saya tinggalkan bagi umat bila tiba waktunya saya dipanggil Sang Pemilik Hayat? Apa yang sekarang bisa saya lakukan untuk memperpanjang usia sebelum Allah cukupkan waktu saya di dunia? Teladan apa yang dapat saya ambil dari mereka yang nama baiknya tetap dikenang jauh setelah mereka berpulang?
Semoga Allah mudahkan kita untuk beramal jariah, memperpanjang usia melalui karya yang berkah. Semoga Allah rida. Semoga rahmatNya senantiasa tercurah pada kita. Semoga Allah panjangkan umur kita dalam ketaatan padaNya.
Mutiara, 8 Desember 2025
Dian L Izwar
“Apabila salah seorang meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah yang terus menerus mengalir, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya.”
HR. Muslim
