Kumpulan Puisi Ramadan 1442 H
Ramadan Tiba
Ramadan tiba
Membakar segala dosa
Akankah panas yang membara
Mampu sucikan jiwa
Kehendak yang terkendali
Laku penuh budi
Dapatkah bertahan
Hingga 11 bulan ke depan
Dian L Izwar
Wujud Cinta
Mengapa harus puasa
Demikian ia bertanya
Apakah yang Kuasa
Hendak menyiksa manusia
Jika hanya dengan logika
Mungkin demikian tampaknya
Karena akal manusia
Ada batasnya
Sesungguhnya bulan mulia
Adalah bentuk kasih sayangNya
Ia kembalikan insan pada fitrah
Ia berikan ampunan dan magfirah
Taqwa adalah tujuan
Penempaan selama sebulan
Mengingatkan insan yang terlena
Akan tujuan hadirnya di dunia
Dian L Izwar
Malam Rahasia
Di setiap Ramadan
Ada satu malam istimewa
Datangnya dirahasiakan
Agar setiap insan berupaya
Tanda menyiratkan ia hadir
Pada malam ganjil di 10 terakhir
Namun malam yang mana tak pasti juga
Ia memang rahasiaNya
Kerenanya hidupkan saja setiap malam
Dzikir, tilawah dan qiyam
Semoga Allah berikan ampunan
Dan kebaikan lebih dari seribu bulan
Dian L Izwar
Ramadan Kini
Ramadan dulu laksana liburan
Pulang bersama ke kampung halaman
Merajut canda di perjalanan
Menemui kerabat dan teman-teman
Ramadan kini dalam pandemi
Wabah datang ke kota ini
Demi cinta pada negeri
Ramadan dijalani dalam sunyi
Apakah ia akan kehilangan makna
Padahal ini juga adalah rencanaNya
Bukankah tugas kita berbaik sangka
Pada setiap kehendak Yang Kuasa?
Dian L Izwar
Saat Mudik Dilarang
Setiap Ramadan
Selalu didengungkan
Carilah malam mulia
Di 10 hari terakhirnya
Mudik Lebaran
Juga sama waktunya
Butuh persiapan
Di 10 hari menjelangnya
Bayangkan betapa sibuknya
Selama 10 hari terakhir itu
Malam terjaga
Siang pun begitu
Tahun ini agak berbeda
Tak perlu lagi semua dipegang
Bisa fokus satu saja
Karena mudik sedang dilarang
Dian L Izwar
Hadirmu Kali Ini
Gegap gempita
Riuh rendah
Letih
Sunyi
Terbiasa
Pergi
Rindu
Kembali
Kenangan
Berganti
Perlahan
Terlupakan
Dian L Izwar
Malam inikah?
Hening
Apakah burung-burung sedang penat bernyanyi
Atau ini adalah pertanda
Hadirmu di semesta
Dian L Izwar
Di Batas Pagi Ditingkah cuitan burung malam Kita bicara dalam diam Aku yang mulai terbiasa tak tentu harus bagaimana Ingin kurengkuh semua lalu kupancang di tiang senja Perlahan aku makin menikmati Percakapan-percakapan sunyi dini hari Laku tak biasa yang kau bawa Kini hadir menjadi pola Sungguh ingin kau kupeluk saja Agar kita terus bersama Menguntai kisah-kisah panjang di hamparan malam Seraya menikmati alunan kalam Setiap akhir adalah mula Demikian kau getarkan tanda Bak lentera membias sinar Maha Mulia Lalu kau pergi saat fajar merona Dian L Izwar 29 Ramadan 1442 H Rabbi, izinkan aku bertemu dengannya lagi.
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul-‘afwa fa’fu ‘anni
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, dan Engkau mencintai Maaf, maka maafkan aku”
(HR Tirmidzi)
