5 Basic Principles in Learning Quran

Alquran sebagai sumber segala pengetahuan memberikan kesempatan yang tak terbatas bagi manusia untuk belajar.  Agar sampai pada pemahaman yang baik terhadap kitab mulia ini,  Dr. Bagus Riyono menyampaikan 5 prinsip dasar yang perlu kita miliki pada saat berinteraksi dengan ayat-ayat Alquran. Lima prinsip yang in syaa Allah akan membimbing kita pada hikmah.  Prinsip-prinsip tersebut adalah:

Quran has purpose

Alquran diturunkan sebagai pertunjuk bagi manusia.  Sejatinya Alquran akan menyelesaikan masalah apa pun yang kita alami.  Pada saat pertama membaca Alquran, mungkin kita tidak akan langsung memahami pesan yang disampaikan.  Kita hanya perlu membaca lagi dan meyakini bahwa Alquran adalah jawaban dari semua pertanyaan.

Quran has a coherence structure

Alquran merupakan kitab yang logis dan konsisten.  Tidak ada satu ayat pun yang saling bertentangan di dalam kitab mulia ini.  Apabila kita sampai pada satu hal yang tampak bertentangan, kita perlu membaca kembali hingga kita sampai pada pemahaman yang koheren.  Setiap ayat, kata dan huruf dalam Alquran mempunyai makna dan saling berkaitan.

Quran is systematically interconnected

Alquran tersusun secara sistematis.  Banyak ayat yang diulang-ulang dan tersebar di berbagai surat.  Hal ini bukan merupakan sekedar pengulangan tetapi memiliki tujuan dan makna tertentu.  Satu ayat dapat menjadi penjelasan bagi ayat lainnya, semuanya saling terkait. 

Quran is interacting with our soul

Alquran bicara pada jiwa kita.  Oleh karena itu kejernihan hati merupakan syarat utama dalam mempelajari Alquran.  Ulil Albab yang disebut 16 kali dalam Alquran ditujukan pada orang-orang yang mempunyai hati yang jernih dan pikiran terbuka.  Mereka senantiasa berusaha memahami tanda-tanda kekuasaan Allah untuk makin mendekatkan diri kepadaNya.  Kita perlu bertazkia sebelum berinteraksi dengan Alquran.

Quran teach us the methodology to learn

Ayat pertama yang diturunkan kepada nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam adalah perintah membaca yang dalam arti luas bermakna belajar.  Allah telah menyampaikan kepada manusia cara memahami Alquran, yaitu dengan membaca (ayat-ayat Alquran dan tanda-tanda alam) dengan menyebut (mengingat) nama Allah yang telah menciptakan manusia.  Allah mengajarkan manusia apa yang belum diketahuinya dengan perantaraan alat untuk mencatat.  Allah memerintahkan kita untuk membaca catatan mengenai keagunganNya, mempelajari kitabNya yang mulia.  Wallahu a’lam.

Mutiara, 13 Maret 2022

Dian L Izwar

#Refleksi kuliah sesi kesembilan “The 126-hour program on Islamic Psychology as the science of human soul, cognition, emotion and behavior”.  Sabtu, 12 Maret 2022, 20.00-22.00 WIB oleh Dr. Bagus Riyono, MA, Psikolog


“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, 

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

Yang mengajar (manusia) dengan pena.

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya..”

QS. Al-Alaq 1-5


Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *