Tazkia and Reading Quran
Alquran merupakan sumber pengetahuan. Dengan kandungan ilmunya yang luar biasa, Alquran memberikan peluang yang tak terbatas bagi manusia untuk mempelajarinya. Agar mampu mempelajari Alquran dengan baik, kita membutuhkan metode yang baik pula. Dr. Bagus Riyono menyampaikan bahwa hingga saat ini, metode terbaik yang beliau kenal adalah metode maqasid.
Di samping metode, hal utama yang perlu dipersiapkan sebelum mempelajari Alquran adalah hati yang bersih. Manusia perlu senantiasa bertazkia untuk mampu menangkap makna dari Alquran. Dengan hati yang bersih dan metode yang tepat, in syaa Allah kita dapat mempelajari Alquran dan memetik hikmah yang terkandung di dalamnya.
Dr. Bagus Riyono menekankan bahwa benar diperlukan guru untuk membimbing kita dalam memahami Alquran. Namun sebagai muslim, kita juga perlu mempelajari Alquran secara langsung. Alquran adalah kalam Allah yang diperuntukkan untuk seluruh umat manusia. Setiap orang pada dasarnya dapat mempelajari Alquran secara independen selama ia mengetahui metodenya.
Rujukan utama untuk memahami Alquran adalah Alquran itu sendiri. Apabila pada saat membaca ada yang belum dapat dimengerti maksudnya, kembalilah pada Alquran, baca lagi dan lagi. Setiap kali membaca, selalu ada kemungkinan untuk mendapatkan hikmah dari sudut pandang yang berbeda. Ini merupakan salah satu keistimewaan Alquran. Keluasan makna ayat Alquran membuat kita berpeluang mendapatkan hal baru setiap kali berinteraksi dengannya. Semakin sering seseorang membaca dan mempelajari Alquran akan semakin lengkap pula pemahamannya mengenai ayat yang dibaca. Yakinlah bahwa Allah memberikan pemahaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap hambaNya. Tugas kita adalah membaca, mempelajari kitab mulia tersebut dengan tujuan mendekatkan diri pada Sang Pemilik Kalam. Allah yang Maha Berkehendaklah yang akan memberikan pemahaman kepada kita.
Saat menuliskan catatan ini saya membayangkan sebuah lingkaran tak terputus dalam upaya memahami Alquran. Lingkaran ini diawali dengan tazkia, membersihkan hati. Kemudian membaca Alquran. Saat belum memahami maksud ayat tersebut, kita akan kembali membaca Alquran, begitu seterusnya hingga kita sampai pada pemahaman. Pada saat mengulangi proses ini sejatinya kita sedang bertazkia karena salah satu bentuk upaya membersihkan hati adalah dengan membaca Alquran. Dengan demikian, semakin sering kita membaca Alquran semakin sering pula kita bertazkia hingga in syaa Allah kita akan sampai pada pemahaman saat jiwa kita telah terkoneksi dengan Alquran. Setelah memahami sebuah ayat, in syaa Allah kita akan makin dekat pada Allah dan ini juga merupakan proses tazkia sehingga kita akan masuk lagi ke dalam lingkaran ini untuk memaknai ayat yang lain. Dengan demikian, membaca Alquran akan membantu kita bertazkia dan proses tazkia akan membantu kita memahami Alquran. Wallahu a’lam.
Mutiara, 13 Maret 2022
Dian L Izwar
#Refleksi kuliah sesi kesembilan “The 126-hour program on Islamic Psychology as the science of human soul, cognition, emotion and behavior”. Sabtu, 12 Maret 2022, 20.00-22.00 WIB oleh Dr. Bagus Riyono, MA, Psikolog
“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”
QS. Al-Qamar: 17
