Islam & Budaya Arab

Pendahuluan

Islam berasal dari tanah Arab.  Al-Qur’an pun diturunkan dalam bahasa Arab.  Apakah fakta tersebut membuat Islam identik dengan Arab?  Beberapa kalangan menganggap bahwa Islam dan Arab adalah hal yang sama.  Kedatangan Islam dikhawatirkan akan mengganti budaya lokal dengan budaya Arab.  Islam kemudian diposisikan sebagai sesuatu yang perlu dihindari demi kelestarian tradisi budaya nusantara. 

Tulisan ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara budaya Arab dengan ajaran Islam.  Pemahaman mengenai perbedaan Islam sebagai agama universal dengan budaya Arab diharapkan dapat meredam kekhawatiran bahwa kehadiran Islam akan membuat budaya lokal nusantara tergantikan oleh budaya Arab.

Pembahasan

Budaya merupakan pola kebiasaan masyarakat yang bersumber dari pikiran atau akal budi manusia dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.  Menurut Koentjaraningrat  ada 7 unsur dalam sebuah kebudayaan yaitu sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup, dan sistem teknologi dan peralatan. 

Jazirah Arab memiliki budaya khas yang menjadi pola kebiasaan masyarakatnya.  Sistem religi dan upacara keagamaan sebagian besar masyarakat Arab pada era sebelum Islam adalah menyembah berhala, sebuah penyimpangan dari ajaran nabi Ibrahim.  Dalam sistem organisasi kemasyarakatan, pada masa itu perbudakan dipraktikkan secara luas diiringi dengan penggunaan kekerasan.  Situasi sosial dan agama masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam seperti hukum rimba.  Kekuasaan sangat berpengaruh karena penguasa dapat dengan mudah menzalimi pihak yang lemah.

Dalam aspek lainnya, masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kegiatan perekonomian yang baik dengan Mekah sebagai pusat perdagangan internasional.  Namun terdapat ketimpangan sosial yang besar dalam masyarakatnya.  Mereka juga mengembangkan bahasa dalam bentuk syair dan puisi yang dilakukan dengan sangat baik oleh beberapa kalangan tapi di sisi lain juga terdapat kelompok masyarakat yang tidak bisa membaca dan menulis.  Apakah budaya masyarakat Arab ini sama dengan Islam? 

Sejarah menunjukkan bahwa Islam diturunkan pada saat masyarakat Arab sedang mengalami kemunduran dari sisi agama dan budaya.  Islam hadir sebagai sesuatu yang baru di tengah budaya jahiliah tersebut.  Surat Al-Hadid ayat 9 menegaskan bahwa Allah  menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad untuk membawa manusia kepada cahaya.

Al-Qur’an menggambarkan keadaan masyarakat Arab pra Islam sebagai sebuah kegelapan karena kekafiran dan kemungkaran yang mereka lakukan.  Islam hadir untuk memberikan petunjuk kepada cahaya iman dan kebaikan.  Islam adalah petunjuk untuk membawa masyarakat Arab pada masa itu ke arah peradaban yang lebih baik.  Di sini dapat dilihat bahwa Islam hadir sebagai sesuatu yang baru sehingga ia tentunya berbeda dengan budaya Arab yang sudah ada sejak lama.

Sejalan dengan ini, dalam surat Al-Maidah ayat 50 Allah bertanya apakah masyarakat Arab pada masa itu masih menginginkan hukum jahiliah padahal Allah  sudah menurunkan hukum yang lebih baik?  Ayat ini menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberikan ketetapan hukum baru yang berbeda dengan hukum jahiliah masyarakat Arab.  Sistem hukum Islam tidak sama dengan hukum masyarakat Arab pra Islam.  Kedua ayat ini menegaskan adanya perbedaan antara budaya Arab dengan Islam.

Selanjutnya dalam surat Saba’ ayat 28 disampaikan bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai pembawa peringatan dan berita gembira untuk seluruh manusia. Ayat ini menegaskan bahwa ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad berlaku untuk semua manusia, tidak terbatas pada masyarakat Arab meski wahyu diturunkan di sana.  Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Islam bukanlah agama orang Arab melainkan agama universal bagi seluruh umat manusia.

Hal serupa juga ditegaskan dalam surat Al-A’raf ayat 158 yang merupakan perintah kepada Nabi Muhammad untuk menyampaikan bahwa Rasulullah adalah utusan untuk seluruh manusia.  Di samping secara eksplisit menjelaskan bahwa Nabi Muhammad diutus untuk semua manusia, ayat ini juga menyeru semua orang untuk beriman pada Allah dan Rasulullah agar mendapat petunjuk.  Ayat ini kembali menegaskan bahwa Islam adalah agama bagi seluruh umat manusia.  Peruntukan ajaran Islam tidak terbatas pada masyarakat Arab saja meskipun Alquran diturunkan dalam bahasa Arab.

Surat Al-Maidah ayat 3 juga menyatakan bahwa Islam adalah agama sempurna yang diridai Allah.  Ayat ini mengabarkan bahwa Allah telah menyempurnakan Islam dan meridai Islam sebagai agama manusia di muka bumi.  Ini menegaskan bahwa Islam bukanlah budaya yang tercipta dari akal budi manusia tapi merupakan wahyu yang Allah turunkan melalui Nabi Muhammad .  Hal ini menjadi pembeda utama antara budaya Arab dan Islam.  Agama Islam bukanlah sebuah budaya.

Agama Islam yang lurus tidak membawa budaya lain selain dari ajaran Islam.  Islam membentuk budaya tersendiri, yaitu budaya yang berlandaskan pada hukum-hukum Islam.  Bagaiamana dengan bahasa Arab?  Karena Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab maka bahasa Arab Al-Qur’an berkembang menjadi bahasa pemersatu umat Islam terutama dalam ritual ibadah.  Dalam konteks ini,  bahasa Arab Al-Qur’an telah melebur menjadi bagian dari budaya yang berlandaskan hukum-hukum Islam.

Kesimpulan

Meskipun Islam berasal dari Arab dan Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab, Islam bukanlah budaya Arab.  Islam bukanlah budaya yang tercipta dari akal budi manusia.  Islam merupakan wahyu yang Allah turunkan melalui Nabi Muhammad untuk umat manusia di seluruh dunia.  Ini menjadi pembeda utama antara budaya Arab dan Islam.  Agama Islam yang lurus tidak akan membawa budaya selain dari ajaran Islam itu sendiri.  Pandangan bahwa Islam akan membuat masyarakat Indonesia menjadi berbudaya Arab bisa jadi adalah bagian dari upaya menjauhkan manusia dari  kebenaran ajaran Islam.  Wallahu a’lam.

Dian L. Izwar
BMAIS IOU – FALL 2025


Catatan:
Artikel ini merupakan salah satu tugas dalam mata kuliah Aqidah pada program Bridging Master of Islamic Study di International Open University.

Daftar Pustaka

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *