Raham di Sisi Hamka

Kemarin saya menonton film Buya Hamka, secara umum saya menyukainya.  Alur cerita yang maju mundur membuat kisah biografi ini menjadi lebih menarik.  Terlepas dari beberapa dialek Minang yang kurang pas pengucapannya, suasana yang ditampilkan mengingatkan saya pada keindahan budaya dan alam Minang.  Berada di bioskop siang itu sejenak membawa saya pada kenangan saat membuka jendela rumah kayu di pagi hari.   Hamparan sawah hijau memanjakan mata, terbentang luas di kaki Singgalang dan Marapi yang dengan gagah menjaga kota tempat sebagian masa kanak-kanak saya lewati. Ah, rindu saya pada kota sejuk yang pernah menjadi ibukota negara itu.  🙂

Kembali pada film Buya Hamka, banyak hikmah yang dapat kita sarikan dari tayangan ini.  Satu hal yang sangat berkesan bagi saya adalah Raham.  Sosok pendamping Buya Hamka yang dengan baik diperankan oleh Laudya Chyntia Bella ini menjadi teladan bagaimana seharusnya seorang istri bersikap.  Di sepanjang film volume 1, Raham menunjukkan perannya sebagai sumber ketenangan dan kekuatan bagi Engku Haji, demikian ia memanggil suaminya.  Raham dengan bijak menyikapi setiap kejadian yang menimpa Buya Hamka.  Ia tidak menampilkan dirinya sebagai seorang yang pintar di hadapan sang suami.  Namun caranya berespon menunjukkan kecerdasan yang disertai kearifan.  Saat sang penulis memberikan kehormatan untuk menjadi pembaca pertama naskah novel Di Bawah Lindungan Ka’bah, Raham merendah.  Ketika Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck mendapat sambutan hangat dan menjadi bacaan yang digemari, Raham dengan bijak menyampaikan pendapatnya menyikapi kemungkinan Sang Ulama diperolok-olok karena menulis kisah roman.  Ia menjaga suaminya dengan sikap yang bersahaja.

Ketika ingin menulis mengenai Tasawuf Modern, Raham mengusulkan agar Buya Hamka memperdalam lagi ilmunya sebelum menuangkannya dalam bentuk tulisan.  Wanita salehah ini paham kebutuhan suaminya dan tahu bagaimana memenuhinya. Yang luar biasa adalah ia tidak menuntut pengakuan untuk itu.  Tak perlu validasi dari sang suami.

Di salah satu adegan, digambarkan Raham membuatkan kopi untuk Buya Hamka yang tengah asyik mengetik.  Saking asyiknya, sang penulis tak menyadari kehadiran wanita yang telah mendukungnya dengan sepenuh hati.  Raham tak mengusik suaminya.  Ia letakkan cangkir kopi di meja, sesaat memandang pria di balik mesin tik itu dan berlalu dari ruangan.  Buya Hamka baru menyadari kehadiran istrinya beberapa saat kemudian ketika mendapati secangkir kopi telah terhidang di samping mesin tiknya.  Ma syaa Allah.  Raham membuatkan kopi, ia tahu suaminya membutuhkan itu.  Namun ia tidak meminta perhatian, tidak meminta pujian.  Ia hanya memberi.

Raham seakan tahu, tugas istri adalah menghadirkan ketenangan bagi suami dan bukan menambah bebannya.  Apalagi menempatkan suami pada posisi yang sulit saat harus berbagi prioritas antara memperhatikan istri dan pekerjaan.  Dibalik pria yang hebat ada wanita yang hebat.  Raham seakan menjadi tokoh yang menghidupkan pepatah ini.  Ia memberikan masukan mengenai jalan keluar dari masalah, ia memberikan penguatan saat suaminya terpuruk dan merasa ditinggalkan.  “Tidak usah didengar omongan orang yang sedang marah, saya yang tahu apa yang Engku Haji alami..” demikian kurang lebih Raham menenangkan Sang Ulama saat fitnah mencipta gundah di hati.

Satu hal lagi yang saya kagumi dari Raham dalam film ini adalah wajahnya yang selalu tersenyum saat bertemu Engku Haji.  Ma syaa Allah.  Semoga Allah juga mampukan kita menjadi penyejuk hati bagi lelaki yang telah kita pilih menjadi imam keluarga.  Semoga Allah mudahkan kita untuk mengupayakan sakinah, ketentraman yang menjadi tujuan mulia dari sebuah pernikahan.  Aamiin.

Mutiara, 28 April 2023

Dian L Izwar


“Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan darinya Dia menjadikan pasangannya agar dia cenderung dan merasa tenteram kepadanya….”

QS. Al-A’raf: 189


 

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *