Oblok-oblok Daun Singkong

Masakan ini dibuat untuk memanfaatkan daun singkong yang tumbuh subur di halaman.  Bibit awal daun singkong ini dibawa Ayah saya dari kebun kami di Payakumbuh.  Ayah menyebutnya daun singkong 7 jurai.  Yang khas dari daun singkong ini adalah daunnya yang panjang dan dan langsing.  Jika tumbuh subur, panjang jurainya bisa mencapai 30 cm.

Ini adalah kali pertama saya memasak oblok-oblok.  Inspirasinya datang dari seorang sahabat yang mengirimkan pesan singkat berisi komentar keluarganya yang memuji oblok-oblok daun singkong buatannya.  Saya bertanya apa itu oblok-oblok.  Sang sahabat menuliskan resepnya.  Ini memberi ide baru bagi saya dalam mengolah daun singkong yang biasanya hanya saya rebus, tumis atau gulai.  Seperti biasa, saya modifikasi sedikit resepnya.  Saya memasaknya seperti ini:

Bahan:

1 genggam daun singkong (saya pilih yang muda saja karena saya suka daun singkong yang lembut saat dimakan)

3 cabai merah keriting (resep aslinya tanpa cabai)

3 siung bawang merah

1 siung bawang putih

1 mangkok kelapa parut (pilih yang muda, yang biasa untuk urap agar terasa lembut saat dimakan)

2 sendok makan munjung teri medan

2 lembar daun salam

1/2 cm jahe

2 cm lengkuas

Cara membuat:

  1. Siram kelapa parut dengan air panas, sisihkan.
  2. Haluskan bawang putih.
  3. Tambahkan cabai merah, ulek kasar
  4. Tambahkan bawang merah, ulek lagi.  Tidak perlu terlalu halus.  Sisihkan.
  5. Geprek jahe dan lengkuas.  Sisihkan
  6. Iris daun singkong lebih kurang 2 cm (pada resep aslinya daun singkong direbus dulu dengan presto baru diiris.  Karena saya hanya menggunakan daun singkong yang muda, yaitu helai pertama dan kedua setelah daun yang masih kuncup, saya langsung saja memasaknya tanpa merebus terlebih dahulu)
  7. Masukkan kelapa parut yang telah disiram air panas berikut airnya ke dalam wajan, tambahkan cabai, jahe dan lengkuas yang telah digeprek, daun salam dan teri medan.
  8. Terakhir masukkan irisan daun singkong
  9. Tambahkan 1/2 gelas air dan masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk sampai airnya menyusut
  10. Setelah agak kering, koreksi rasa.  Saya tidak menggunakan garam karena teri medan sudah asin.  Kalau anda ingin lebih asin, silakan tambahkan garam sesuai selera.  Periksa juga apakah daun singkong telah empuk, jika masih belum empuk dapat ditambahkan air dan masak sebentar lagi. 
  11. Angkat dan siap disajikan.  Waktu yang digunakan untuk persiapan dan memasak sekitar 1 jam.

Alhamdulillah, oblok-oblok daun singkong perdana ini enak menurut saya, karena itu saya catat resepnya di sini.  Rasa yang dominan adalah gurih, berasal dari perpaduan teri medan dan kelapa parut.  Pedasnya tidak menonjol karena jumlah cabai yang saya gunakan hanya 3 buah, kalau ingin lebih pedas Anda bisa tambahkan jumlah cabainya.  Oblok-oblok ini juga tidak manis karena saya tidak menggunakan gula pasir seperti dalam resep aslinya.  Kata sahabat saya ini oblok-oblok versi Minang.. hehehe.. Oya, daun singkongnya lembut sekali, mudah dikunyah berbaur dengan kelapa parut.  Meski baru pertama membuat dan mencobanya, resep oblok-oblok ini sesuai dengan selera keluarga saya.  Semoga Anda juga suka.

 

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *