Ketupat Masak Cepat

Pada malam Idul Adha kemarin, saya baru masuk dapur menjelang pukul 21.00.  Saya berencana memasak ketupat dan sayur buncis bumbu tauco.  Asisten rumah tangga sudah libur sehingga hanya saya dan si Cantik kami yang akan beraksi di dapur malam itu. 

Alhamdulillah, buncis telah diiris dan beras telah dimasukkan ke dalam sarang ketupat.  Saya telah meminta asisten rumah tangga mengisi ketupat selama saya beraktivitas di luar rumah, dengan demikian saya bisa menghemat waktu memasak.  Namun tetap saja butuh waktu minimal 3 jam untuk merebus ketupat sementara esok hari saya perlu bangun segar untuk persiapan Lebaran.  Saya tidak berencana tidur lewat dari tengah malam.

Saya teringat tips merebus ketupat dengan metode 10-30-10, yaitu memasukkan ketupat ke dalam air mendidih dan membiarkannya menggelegak selama 10 menit, kemudian mematikan api dan membiarkan ketupat tetap terendam air panas di dalam panci tertutup selama 30 menit sebelum direbus lagi selama 10 menit.  Saya memilih cara ini. 

Sementara menunggu air mendidih, saya merapikan isian ketupat.  Selama menanti waktu 30 menit sebelum kembali merebus ketupat, saya memasak sayur buncis.  Alhamdulillah, kurang dari 2 jam dua masakan saya sudah matang.  Saya bisa tidur dengan tenang.

Seusai shalat Id, kami sekeluarga makan bersama.  Semua menikmati ketupat yang matang sempurna dengan kuah sayur buncis yang lezat.  Alhamdulillah.  Setelah makan, kami ke masjid untuk menyaksikan pemotongan hewan kurban.  Sebagai panitia, saya baru kembali ke rumah selepas Ashar, saat semua pekerjaan telah usai.

Teringat ketupat yang masih bergantungan di rak piring, saya menuju dapur.  Ingin rasanya mengulangi kenikmatan sarapan tadi pagi.  Saya mengambil sebuah ketupat dan hampir tak jadi membelahnya.  Isian terbungkus janur itu sudah mulai berair, menuju basi.  Seorang sahabat yang hobi masak pernah berkata bahwa ketupat yang dimasak instan memang mudah basi, tidak tahan lama.  Saya tersenyum mengingat ucapan itu.

Sejatinya, usaha berbanding lurus dengan hasil.  Kualitas yang diperoleh dipengaruhi oleh seberapa besar usaha yang dilakukan.  Memasak ketupat selama 3-4 jam akan menghasilkan ketupat yang tahan lama.  Proses memasak berjam-jam ini dapat mematikan sebagian besar bakteri penyebab makanan mudah basi.  Sementara ketupat yang dimasak hanya dalam hitungan menit akan mulai berair dalam waktu kurang dari 24 jam.  Ini adalah hukum alam.  Fitrahnya memang demikian.  Tampilan luarnya bisa sama tapi kualitasnya berbeda.

Sambil memilih-milih ketupat yang masih bisa dikonsumsi, saya teringat cerita seorang sahabat mengenai anak yang maunya serba instan.  Ia ingin segera mendapat hasil tanpa mau berpayah-payah, tak sabar dalam berproses.  Peribahasa berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian tak berlaku baginya.  Inginnya bersenang-senang selalu.  Bolehkah bersikap demikian? 

Bersikap tidak mau susah boleh saja, selama menyadari bahwa sesuatu yang dilakukan dengan tergesa biasanya akan berdampak pada kualitas.  Mengharapkan kualitas maksimal dari sebuah proses instan ibarat menyuguhkan ketupat yang mulai berair, jauh dari nikmat.  Pada beberapa kasus, hal ini dapat berujung pada kekecewaan. 

Sikap enggan berproses dan ingin cepat mendapat hasil juga berpengaruh pada ketangguhan pribadi seseorang.  Sebuah pedang yang tajam biasanya ditempa melalui proses panjang.  Sebagai orang tua, tugas kitalah mengenalkan konsep ini pada anak.  Semoga Allah mudahkan.

Mutiara, 27 Juni 2024/20 Zulhijah 1445 H
Dian L Izwar


Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”
QS. At-Taubah: 105


 

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *