Alip
Alip adalah anak Bella. Ia satu-satunya jantan dari 4 bersaudara. Dari kecil kucing berbulu putih kuning ini senang sekali berada di dekat saya. Ia memang paling manja. Alip tahu saya menyayanginya.
Alip suka mengikuti kemana saya pergi. Ia ingin selalu menjadi pusat perhatian. Jika saya sedang mengganti pot adenium, Alip datang dan mengambil posisi diantara saya dan pot bunga. Ia akan menggeserkan kepalanya pada tangan saya yang sedang bekerja, minta dibelai. Pada kesempatan lain ia tidur di atas karung pupuk dengan mata manis memandang ke arah saya yang hendak menyekop pupuk yang ditidurinya itu.
Saat saya memotret anggrek, Alip melompat dan berdiri di atas pot tanaman epifit itu. Ia ingin terlibat, ingin difoto juga. Pada banyak kesempatan, foto-foto anggrek saya disertai Alip sebagai latar belakang atau latar depan. Minimal ada bayangan kibasan ekornya di antara hijau dedaunan.
Apabila saya mencuci pakaian, Alip memperhatikan semua yang saya lakukan. Ia mengecek ember cucian atau memeriksa tabung mesin cuci. Yang paling sering dilakukannya adalah menunggui saya menjemur. Terkesan penting baginya untuk berada di dekat saya.
Waktu saya berolah raga pagi, Alip menemani. Ia berjalan di samping saya. Bila ada hal yang memikat perhatiannya, ia akan teralih sejenak. Ketika menyadari saya telah jauh ia berlari menyusul. Ibu mengatakan ia pengawal saya. Kucing berekor panjang itu hampir selalu beredar di sekitar saya.
JIka saya kembali dari bepergian, Alip berlari mendekat begitu mendengar suara saya. Bahkan saat saya hanya bercakap-cakap dengan seseorang dan tak bermaksud memanggilnya, ia datang juga. Kucing itu seperti hafal betul suara saya. Melihatnya datang berlari ada kehangatan mengembang di hati, apalagi saat mendengar dengkuran lembut saat saya mengusap kepalanya. Ia akan langsung merebahkan badannya dengan manja. Saya suka menggelitik perutnya dan ia akan mendekap tangan saya dengan kaki depannya.
Saya senang memandangi ikan di kolam, Alip juga. Ia turut memperhatikan ikan-ikan yang sedang berenang. Sesekali saya memasukkan tangan ke kolam, memberi makan ikan-ikan itu dengan pelet dari dalam genggaman. Alip pun pernah melakukan hal yang sama. Ia mencelupkan kaki depannya ke air. Mencoba menarik perhatian ikan. Saya tertawa memandang tingkahnya.
Tidak semua kebersamaan saya dan Alip menyenangkan atau menimbulkan tawa jenaka. Pernah juga ia mengacak-acak tanaman yang sudah saya rapikan. Meskipun saya tahu ia hanya ingin bercanda, terbersit juga rasa kesal melihat polahnya. Begitu juga saya kadang merasa terganggu saat mendapat momen bagus dalam memotret lalu tiba-tiba ia muncul dalam frame yang saya ambil. Belum lagi saat saya duduk di ayunan dan dengan penuh percaya diri Alip melompat ke pangkuan saya dengan kaki penuh lumpur sehabis bermain di tanah yang disiram hujan. Saya tak marah karena tahu ia hanya ingin menjadi bagian dari aktivitas yang saya lakukan namun sesekali pernah tercetus harapan agar ia main agak jauh, membiarkan saya sesaat dalam hening. Sesuatu yang sepertinya tak mungkin mengingat sifatnya yang manja dan selalu berusaha berada di sekitar saya.
Saat ini kucing kecil itu sudah beranjak dewasa. Sepertinya ia mulai jatuh cinta. Layaknya kucing jantan, Alip mengejar betinanya. Sepertinya saya tak akan bertemu dengannya dalam waktu dekat. Saya ingat saat dulu Bella memasuki musim kawin. Beberapa ekor kucing jantan dengan setia mengikuti kemana pun ia pergi. Saya membayangkan Alip kini asyik merayu seekor kucing betina. Membuntuti tambatan hatinya siang dan malam.
Tadi sore saat memandangi ikan di kolam, ingatan saya melayang pada kucing kecil yang juga senang duduk di pinggir kolam. Kucing itu sedang main jauh. Sangat jauh, mungkin. Sudah beberapa hari saya tak melihat Alip. Tingkah lucu dan tatapan matanya yang manja bermain di ingatan. Saya merindukannya.
Mutiara, 21 Desember 2020
Dian L Izwar
“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”
QS. Adz-Dzariyat ayat 49

Semoga Alip kembali yaa..
Aamiin. Terima kasih, Mbak Sari. Dulu Ali (kakaknya Alip) juga bertualang saat remaja, sekarang Ali sudah pulang. Semoga Alip juga.