Momentum
Ini adalah buku antologi saya ke-11 yang terbit tahun ini. Judulnya Hijrah. Dua puluh empat kisah dalam buku ini bercerita mengenai perubahan. Hijrah dalam arti yang luas. Ada yang berpindah tempat, ada yang berubah sikap, ada yang beralih profesi, ada yang berganti gaya hidup dan ada yang membentuk kebiasaan baru. Intinya adalah perubahan kuat dari sang tokoh beserta suka dan duka perjalanan hijrahnya. Sebuah pengalaman yang diangkat dari kisah nyata dan diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca.
Pada tanggal 7 Agustus 2021 saya mendapat kabar bahwa buku telah siap didistribusikan.
“Alhamdulillah, sudah selesai cetak. Tunggulah ia datang dalam pelukan..” demikian pesan dari koordinator penulis yang saya terima pada grup media sosial para penulis Hijrah.
Saya menghitung hari. Biasanya 2 hari dari tanggal pengiriman, buku sudah sampai di alamat saya. Jika dikirim tanggal 7, atau katakanlah tanggal 8 Agustus, buku itu akan tiba pada awal tahun baru Hijriah 1443 yang bertepatan dengan tanggal 10 Agustus 2021. Saya berencana menghadiahkan buku tersebut pada beberapa sahabat dan kerabat. Momentumnya sangat tepat. Hadiah buku Hijrah di 1 Muharam. Indah, bukan?
Tanggal 10 saya menunggu, tak ada kurir yang mengantarkan buku. Yah, momentumnya lewat, pikir saya. Tak berhasil saya memberikan buku Hijrah tersebut sebagai hadiah tahun baru Hijriah. Buku itu baru sampai di rumah saya kemarin, 18 Agustus di penanggalan Masehi atau 9 Muharam di penanggalan Hijriah. Sudah tidak ada momentum lagi. Sama saja seperti hari-hari lainnya, tidak istimewa.
Seperti biasa, jika saya menginginkan sesuatu tetapi tidak mendapatkannya, saya berpikir pasti ada hikmah dibalik semua ini. Saya yakin Allah yang Maha Baik selalu memberikan yang terbaik bagi saya. Jadi ada yang lebih baik daripada menggunakan momentum 1 Muharam untuk memberikan hadiah buku, tetapi apa? Saya merenung kemana peristiwa ini akan bermuara.
Akhirnya saya menelusuri sejarah penetapan tahun Hijriah. Penjelajahan saya di dunia maya sampai pada informasi bahwa penetapan tahun Hijriah dimulai pada masa khalifah Umar bin Khattab ra. Pemicunya adalah surat-surat khalifah dan gubernurnya yang hanya mempunyai tanggal dan bulan tetapi tidak ada tahunnya. Saat ditulis 26 Ramadhan tidak jelas apakah itu 26 Ramadhan tahun lalu, 2 tahun yang lalu atau 5 tahun yang lalu.
Khalifah pada masa itu meminta masukan kapan sebaiknya penanggalan Hijriah dimulai. Ada yang mengusulkan dimulai pada tahun lahirnya nabi Muhammad saw, tahun meninggalnya dan ada pula yang mengusulkan dimulai pada saat wahyu pertama diturunkan. Ali bin Abi Thalib ra mengusulkan saat hijrahnya Nabi dan usulan inilah yang diambil. Maka disepakati tahun Hijriah dimulai sejak nabi Muhammad saw pindah ke Madinah. Penetapan ini terjadi 16 tahun setelah peristiwa hijrah tersebut. Namun perlu diingat bahwa Nabi hijrah tidak pada tanggal 1 Muharam namun pada bulan Rabiul Awal. Yang diambil sebagai patokan permulaan tahun Hijriah adalah tahun hijrahnya, bukan tanggal dan bulan saat Rasul meninggalkan Mekah.
Saat menemukan informasi penetapan awal tahun Hijriah ini, saya tersenyum. Rasul tidak hijrah pada tanggal 1 Muharam, sehingga sebenarnya tidak ada momentum khusus pada 1 Muharam tersebut. Alhamdulillah, Allah telah membukakan pengetahuan ini pada saya. Jadi, mengapa saya harus memberikan hadiah buku Hijrah pada tanggal 1 Muharam? Saya kan bisa memberikannya kapan saja. Bila ingin menciptakan momentum, setiap saat dapat menjadi sebuah momentum.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia momentum berarti saat yang tepat. Nah, saat yang tepat untuk menghadiahkan sebuah buku adalah pada waktu buku tersebut sudah berada di tangan saya 😊. Saya dapat memberikannya besok atau lusa atau nanti malam. Bukankah dalam Islam setiap hari itu baik? Saya rasa tidak perlu menetapkan hari tertentu untuk memberi hadiah. Tidak mesti menunggu momen khusus untuk saling menyapa. Tak harus menunggu pulang dari Mekah untuk mengenakan busana muslimah, pun tak perlu menanti Ramadan untuk mulai membaca Alquran. Tak usah juga menunggu hari ulang tahun untuk mendoakan seseorang. Tidak dibutuhkan tanggal tertentu untuk hijrah karena setiap hari adalah baik untuk mengerjakan kebaikan. Wallahu a’lam.
Mutiara, 19 Agustus 2021
Dian L Izwar
“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
QS. Al-‘Asr ayat 1-3
