Flow in Kamumu
“Flow is the state in which people are so involved in an activity that nothing else seems to matter; the experience itself is so enjoyable that people will do it even at great cost, for the sheer sake of doing it.” (Csikszentmihalyi, 1990)
Istilah flow pertama kali diperkenalkan oleh Mihaly Csikszentmihalyi dalam bukunya Flow: The Psychology of Optimal Experience. Saat mengalami flow, seseorang akan larut dalam aktivitas yang sedang dilakukannya. Aktivitas tersebut menjadi sumber kepuasan intrinsik; tujuan dari kegiatan hadir bersama dengan proses yang ada. Dengan demikian, tidak dibutuhkan motivasi dari luar untuk membuat seseorang mau melakukannya.
Saya teringat konsep flow ini saat menikmati trekking menuju air terjun Kamumu di Luwuk Utara, Sulawesi Tengah pada 29 September yang lalu. Menyusuri jalan menurun bersama teman-teman terasa sangat menyenangkan sekaligus menantang. Suasana alam pagi yang indah menyatu dengan kebersamaan kami. Yang menjadikan pengalaman ini lebih istimewa adalah hingga saya menulis artikel ini, percakapan di whatapps group masih seru tentang hal ini. Saya rasa kami mengalami flow di Kamumu.
Csikszentmihalyi mengatakan bahwa momen terbaik dalam hidup bukanlah saat seseorang sedang berada dalam keadaan relaks, pasif dan reseptif.
”The best moments usually occur when a person’s body or mind is stretched to its limits in a voluntary effort to accomplish something difficult and worthwhile.”
Momen terbaik biasanya hadir saat kita dengan suka rela mengerahkan kemampuan hingga batas maksimal untuk mencapai sesuatu yang sulit tetapi bermakna. Sepertinya hal ini terjadi saat rombongan kami menyusuri jalan setapak menuju Kamumu. Jalan yang kian lama kian curam membuat kami makin fokus pada langkah. Gerakan di usia paruh baya tentu tak lagi sama dengan lincahnya kaki kala remaja. Pada titik-titik yang agak rawan, teman dengan pijakan lebih stabil membantu rekan lainnya. Rasa saling menjaga dan mendukung sangat terasa. Kami juga saling menunggu bila ada yang perlu “mengambil napas” di tengah-tengah perjalanan.
Suara gemuruh air yang makin lama makin kuat menambah semangat sampai akhirnya pesona Kamumu hadir di hadapan. Ma syaa Allah, keindahannya memukau pandangan. Lalu semua asyik menikmati air yang mengalir deras, memanjakan mata dan telinga yang terbiasa dengan kehidupan ibukota. Momen indah ini terpatri kuat dalam ingatan.
Dalam psikologi positif, Martin E. P. Seligman memasukkan konsep flow dari Csikszentmihalyi ke dalam 5 elemen inti dari well-being. Lima elemen yang mendukung kesejahteraan tersebut adalah:
- Positive Emotion: merasakan emosi positif, seperti rasa syukur, kebahagiaan, ketenangan, inspirasi, ketertarikan, cinta dan harapan.
- Engagement: terlibat penuh dalam sebuah aktivitas, seperti ketika mengalami flow.
- Relationships: relasi dengan orang lain yang bersifat positif dan mendukung.
- Meaning: menjadi bagian dan melayani sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri
- Accomplishment: keahlian dan rasa kompeten yang muncul dari sebuah pencapaian.
Kelima hal di atas kami rasakan dalam perjalanan penuh kenangan ke Kamumu. Emosi positif mewarnai langkah diri yang terlibat penuh dan saling membantu dalam perjalanan. Mengagumi indahnya ciptaan Allah hadir beriringan dengan rasa mampu melakukan perjalanan yang cukup menantang bagi kami yang tak lagi belia. Ma syaa Allah. Sebuah pengalaman yang memperkaya jiwa, sesuatu yang ingin kami ulang, lagi dan lagi.
“Harus ‘her’ nih..” ungkap teman-teman menggunakan istilah herexamen (ujian ulang) yang kerap terdengar semasa masih di bangku kuliah 35 tahun silam. “Her” ke Kamumu untuk kembali mengalami flow menyiratkan betapa bermaknanya pengalaman ini. Trekking ke air terjun melewati medan yang cukup menantang bersama teman-teman seraya menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan mental, in syaa Allah.
Mutiara, 3 Oktober 2025
Dian L Izwar
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika (sumber) air kamu surut ke dalam tanah, siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”
Q.S. Al Mulk: 30
