Jangkar
Setiap kapal bersandar
Tentu melempar jangkar
Agar tak terbawa ombak lautan
Bergerak tanpa tujuan
Begitu pula fitrah diri
Butuh pegangan hati
Agar tak gamang menapaki
Setiap jalan yang terberi
Dianugerahi kebebasan
Manusia memilih sandaran
Menemukan jangkar diri
Demi tenangnya hati
Ada yang memilih benda
Berlomba makin kaya
Ingin punya semua
Uang seolah raja
Ada yang bersandar pada sesama
Entah anak, teman atau saudara
Pun pasangan dan orang tua
Semua hal berpusat pada mereka
Ada yang hanya butuh dirinya
Merasa mampu dan kuasa
Andalannya adalah saya
Jika mau, saya bisa
Namun semua itu fana
Diri bisa terluka
Terpuruk tak berdaya
Orang tua, anak dan pasangan bisa pergi
Teman pun dapat berganti
Saudara kadang sibuk sendiri
Benda tak selamanya ada
Terkadang hilang begitu saja
Meninggalkan rasa hampa
Lalu kemana harus dicari sandaran?
Pada siapa hati layak ditambatkan?
Al Baqi adalah jawaban
Yang Abadi di tengah kefanaan
Sang Pemilik Dirilah jangkar hakiki
Yang Menciptakan dan Mengawasi
Yang lebih dekat dari urat nadi
Yang Maha Mengetahui
Kadang kita lupa
Kita ada karena Dia
Kita ada untuk Dia
Kita layak bersandar hanya padaNya
Dia yang tidak mengantuk dan tidak tidur
Yang Maha Mengatur
Yang Maha Penyayang
Yang padaNya kita akan pulang
Mutiara, 14 April 2022
Dian L Izwar
Ketenangan hadir kala diri bersandar pada Al-Baqi
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur.
Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.
Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.
Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki.
Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.”
QS. Al-Baqarah: 255
