Kue untuk Tamu

Kue Lebaran untuk tamu
Demikian pesan nenek dulu
Pada para cucu

Tugas kami adalah menata
Agar kue tampak cantik di wadahnya
Memikat setiap mata

Karenanya kami sering tergoda
Lalu duduk di beranda
Jadi tamu pura-pura

“Isi lagi kuenya”
Perintah nenek setengah tertawa
Maklum akan tingkah cucunya

Nenek tampaknya tahu
Yang dilakukan para cucu
Di seputar kue-kue itu

Namun pesannya tetap sama
Sediakan kue untuk tamu kita
Yang akan datang berhari raya

Kue adalah lambang cinta
Bagi tamu istimewa
Penghormatan akan kunjungannya

Kue di hari raya
Senantiasa ada
Seperti tamu yang selalu tiba

Memang demikian adanya
Berkunjung ke rumah teman dan saudara
Melengkapi indahnya hari raya

Tapi Nek, sekarang ada corona
Kami berbagi kue di dunia maya
Silaturahminya virtual saja

Nek, tak mengapa ya
Jika kue kini hamper bentuknya
Semoga maknanya tetap sama

Mutiara, 6 Syawal 1442 H.
Dian L Izwar


“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamu.”

(HR. Bukhari dan Muslim).


 

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *