Penting
Kemarin keponakan saya yang berusia 3 tahun mendapat balon bewarna merah muda dan biru. Ia senang sekali dengan kedua balon itu. Dimainkannya dengan hati riang dan dibawanya kemana pergi. Kedua balon itu adalah hal yang penting untuknya. Pagi tadi, balon masih dicari. Dimainkan sebentar lalu ditinggal. Ia kini asyik mewarnai buku gambar. Balon tidak lagi penting, dibiarkan begitu saja di pojok kamar. Hanya semalam, statusnya sudah berubah.
Beberapa waktu yang lalu, saya membereskan lemari. Saya menemukan sebuah tas kecil yang sudah lama tidak saya lihat isinya. Sambil membuka tas itu, saya tersenyum. Pada suatu ketika, kartu-kartu dan benda yang ada di dalam tas itu penting bagi saya. Itulah sebabnya ia masih tersimpan rapi di sana. Akan tetapi, selama hampir satu dasawarsa hari-hari saya berlalu tanpa menyadari kehadirannya. Saat kini melihatnya, saya tidak lagi merasa bahwa benda-benda itu penting seperti yang saya rasakan dulu. Tidak sepenting itu lagi.
Saya berpikir, benar nasihat seorang bijak. Apa pun yang kau alami di dunia ini akan berlalu. Sesuatu yang penting saat ini, belum tentu akan sepenting ini juga besok. Tak perlu berlebihan menyukai atau membenci sesuatu. Semua itu akan berlalu.
Hanya satu yang selamanya penting, yaitu kebaikan. Bahkan pada hari di mana setiap diri hanya mengurusi kepentingannya sendiri, amal baiklah yang akan menolong kita.
#Dian. 260119.
Tulisan ini pernah saya unggah di halaman Facebook saya lebih dari setahun yang lalu.
Dan sesungguhnya Kami jadikan apa saja yang ada di muka bumi ini sebagai hiasan baginya, supaya Kami uji siapa di antara mereka yang paling baik amalnya.
(QS. Al-Kahfi: 7)
