Sepekan PsikoRun
“Masih bisa ikutan PsikoRun?”
“Masiiih.. Ayo daftar.”
“Siap.”
Saya pun mendaftar. Percakapan ini terjadi awal pekan lalu. Gegap gempita percakapan di WAG angkatan mengenai acara ini mendorong saya turut berpartisipasi. Bismillah. Seraya berdonasi dan menyumbang poin untuk angkatan, saya ingin menata kembali kebiasaan bergerak 10.000 langkah yang akhir-akhir ini sering mengalami diskon secara besar-besaran.
Maka sore itu saya memulai langkah perdana sebagai peserta PsikoRun. Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ke-63. Seluruh alumni dapat berpartisipasi untuk menjadi peserta.
Dalam kegiatan yang bertujuan mengumpulkan donasi beasiswa bagi adik kelas di fakultas Psikologi ini, peserta bebas memilih untuk berjalan, berlari atau bersepeda. Setiap kegiatan tersebut akan mendapatkan poin yang dihitung melalui sebuah aplikasi. Secara otomatis poin akan tercatat di leaderboard aplikasi tersebut, baik secara individual maupun tim. Di sinilah serunya. PsikoRun juga menjadi ajang kompetisi antar tim. Setiap tim terdiri dari peserta yang berasal dari angkatan yang sama saat memulai kuliah di fakultas Psikologi UI. Saya termasuk tim 91. Angkatan saya bersama dengan angkatan 89 dan 90 merupakan inisiator PsikoRun yang untuk pertama kalinya digelar pada Dies FPsi UI ke-61. Jadi angkatan kami mempunyai ikatan dengan PsikoRun meskipun belum pernah jadi juara.
Pagi ini, poin tim 91 menembus angka 1004. Sebuah pencapaian tim yang sangat baik dengan melihat jarak yang cukup jauh dengan tim di bawahnya. Yang menarik adalah: meski memiliki skor tertinggi sebagai tim, anggota tim 91 tidak ada yang termasuk dalam 5 besar individu dengan pencapaian skor tertinggi. Bahkan 20 besar pun tidak. Jadi, dari mana poin tim yang besar itu?
Saat menembus skor empat digit itu tim 91 terdiri dari 33 peserta, jumlah anggota tim terbanyak dari seluruh tim yang ada. Poin yang terkumpul merupakan akumulasi dari total poin ke-33 peserta ini. Meski tidak ada yang sangat menonjol pencapaian poinnya, setiap peserta menyumbang poin dengan konsisten. Tim ini berjalan, berlari dan bersepeda sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Mereka menetapkan targetnya sendiri. Tiap orang memiliki poin yang berbeda dan tim menghargai pencapaian setiap peserta, meskipun itu hanya 1 poin.
Moto tim ini adalah fun! Setiap anggota tim bergerak dengan nyaman dan suka rela. Mereka menikmati kegiatan berjalan, berlari atau bersepeda yang dilakukan. Setiap hari pesan-pesan pembangkit semangat dan tawa mengisi WAG angkatan kami. Ada ratusan pesan yang saya baca dengan rasa bahagia. Benarlah sesuatu yang dilakukan bersama terasa ringan. Meski tetap ada keinginan untuk menjadi juara, tim ini saling mengingatkan untuk menjalani semua kegiatan dengan fun.
Bersama dan menyenangkan, saya rasa ini adalah kunci dari pencapaian yang baik dari tim 91 di pekan pertama PsikoRun. Masih ada 1 pekan lagi untuk mengumpulkan poin dan menambah langkah dengan bahagia. Bismillah, semoga #91Juara menjadi nyata di PsikoRun tahun ini. Meski bagi saya, kebersamaan, keseruan dan canda yang terpicu oleh PsikoRun ini telah menjadi juara di hati. Tabarakallah, teman-teman tersayang.
Mutiara, 26 Agustus 2023
Dian L Izwar
“Berdua lebih baik daripada sendiri, bertiga lebih baik daripada berdua, berempat lebih baik daripada bertiga, maka hendaklah kalian tetap berjamaah, karena sesungguhnya Allah tidak akan mengumpulkan umatku kecuali atas sebuah petunjuk (hidayah),”
HR. Ahmad

Tulisan yg singkat, enak dibaca, dan banyak makna. Terima kasih An
Alhamdulillah. Makasih, Novay.