Tunggu Saja

“Nggak bisa nanya-nanya gitu, tunggu aja.  Bapak kan belum saya panggil.  Jadi tunggu aja,” ujar sang petugas dengan nada galak saat seorang bapak menanyakan mengapa plat nomor mobilnya belum juga selesai.  Percakapan ini terjadi di sebuah kantor Samsat.

Apa yang dikatakan petugas tersebut ada benarnya.  Ia hanya menerima plat tanda kendaraan bermotor yang sudah jadi, kemudian memanggil pemiliknya untuk mengambil plat tersebut di loket.  Ia tidak punya wewenang untuk menentukan plat siapa yang akan selesai lebih dahulu.  Ia sebenarnya juga menunggu saja.  Sama seperti sang empunya plat. 😊

Jadi di mana kendalanya? Mengapa proses pembayaran STNK kali ini lebih lama?  Saya juga tidak tahu pasti.  Saya hanya dapat menganalisa dari cerita yang disampaikan suami saya selama ia berada di Samsat dari sekitar jam 10 pagi hingga jam 16.05 sore ini. 

Apakah karena untuk perpanjangan STNK 5 tahunan yang perlu dilakukan cek fisik kendaraan terlebih dahulu menyebabkan butuh waktu lebih lama?

Sebenarnya sebelum jam 12.00 suami saya sudah selesai cek fisik mobil karena tahun ini mobil kami memang harus ganti plat nomor.  Pada saat sedang cek fisik ini, beberapa pria mendatangi beliau.  Mereka menawarkan untuk membantu mengambilkan plat baru. 

“Bapak tunggu aja di mobil, nanti platnya saya ambilin.  Saya yang urus semuanya.  Di dalam antrinya panjang lho, Pak.  Kalau sama saya, Bapak nggak perlu ngantri,”  demikian mereka menawarkan ‘jasa’ sambil menyebutkan sejumlah rupiah yang harus dibayarkan.

Tentu saja suami saya menolak tawaran tersebut.  Di dinding Samsat dan di beberapa spanduk  dengan jelas terpampang tulisan besar berbunyi: JANGAN GUNAKAN CALO.  Beliau sempat berpikir, dengan tulisan sebesar itu ternyata masih banyak calo yang berkeliaran.  Mungkin butuh mekanisme lain untuk menghentikan kegiatan percaloan ini.

Bicara tentang calo, beberapa orang merasa bahwa keberadaan calo ini sangat membantu.  Para calo membuat pemilik kendaraan tidak perlu meluangkan waktu khusus untuk mengantri di loket.  Semua diselesaikan oleh si calo.  Pemilik tinggal terima beres.  Salahnya di mana?  Wajar juga kalau si calo meminta sejumlah uang sebagai pengganti jasa mereka.  Toh, mereka telah menggantikan si pemilik untuk menunggu, mengantri dan menangani semua urusan lainnya.  Jika semua memang sewajar ini, tentunya tidak perlu ada tulisan besar-besar JANGAN GUNAKAN CALO.  Jadi, pasti ada sesuatu yang kurang baik dalam bisnis percaloan ini sehingga pihak Samsat perlu mengeluarkan peringatan untuk tidak menggunakan calo dalam mengurus perpanjangan STNK. 

Pengalaman suami saya hari ini mungkin dapat menjadi sumber renungan.  Beliau mengatakan bahwa antrian loket berjalan normal tetapi di sela-sela pengantri (yang masing-masing hanya memasukkan satu berkas perorang) ada beberapa orang yang memasukkan setumpuk berkas.  Kemudian ada yang menyerahkan antrian berkas lebih belakangan dari suami saya namun mendapatkan plat nomor lebih cepat dari beliau.  Demikian hasil observasi yang beliau ceritakan pada saya.

Tumpukan berkas.  Saya rasa di sinilah poinnya.  Ada yang ‘menyalib’ antrian berkas.  Orangnya tidak ikut antri tapi berkasnya bisa ‘meluncur lewat tol’.

Para calo biasanya membujuk calon konsumen dengan mengatakan bahwa jika menggunakan jasa mereka, maka proses pengurusan STNK akan lebih cepat dibandingkan dengan mengantri biasa.  Mengapa hal ini bisa terjadi?  Dugaan saya, mereka memasukkan berkas tanpa mengikuti antrian sehingga berkas mereka diproses lebih dahulu.  Dengan demikian waktu tunggu penyelesaian berkasnya lebih singkat.  Sebagai konsekuensinya, proses penyelesaian berkas yang mengantri melalui jalur yang benar menjadi tertunda.  Semakin banyak orang yang menggunakan jasa calo, semakin lama pula waktu tunggu pengantri jalur resmi.  Mungkin inilah yang membuat suami saya harus menghabiskan waktu 6 jam hari ini untuk mengurus perpanjangan STNK.  Sekiranya kita semua mau berdisiplin untuk tidak menggunakan jasa calo, in syaa Allah para calo ini akan hilang dengan sendirinya dan tidak ada pengantri jalur resmi yang harus menunggu lebih lama dari proses yang semestinya.  Wallahu a’lam.

Mutiara, 31 Agustus 2021

Dian L Izwar


“Barang siapa yang menyulitkan (orang lain) maka Allah akan mempersulitnya pada hari kiamat.”

HR. Al-Bukhari


Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *