Boneka Kertas

“Mau fotoin? Kakak bikin baju adek bayi.”

Suara bening itu bertanya sambil menata kertas-kertas yang sudah diwarnai dan dipotong seperti baju bayi.  Ada tiga baju bayi, dua topi bayi dan sepasang baju dewasa dalam tatanan yang hendak difoto itu. 

“Wah, baju adek bayinya bagus.  Ini baju adek bayi yang mana?”  Saya memberi apresiasi lalu mengeksplorasi apa yang ada dalam pikiran si Cantik kami.

“Kakak bikin ibu hamil baru.  Jadi ada adek bayi baru, Kakak bikin bajunya.  Terus Kakak bikin segala macamnya kayak ibu hamil yang dulu.  Kakak bikin baju koko, bikin baju pendek, bikin baju tidur dua.  Itu baju koko, yang  Kakak warnai, yang di sebelah kanan.  Bunda lihat nggak?” ujarnya panjang lebar.

“Oh iya.  Baju kokonya putih.  Bawahnya sarung, Kak?”

“Bener, bawahnya saruuung.”  Ia menjawab senang.  Nada riang yang menggema dalam suaranya menebar bahagia di hati saya.

“Bikin berapa ibu hamilnya, Kak?”

“Kakak bikin ibu hamilnya baru satu.  Bikin anaknya juga baru satu tapi bikin bajunya banyak.”

“Wah, nanti dia bisa ganti-ganti baju dong.” 

“Kakak juga bikin sepatunya.  Sepatu ibunya.  Kakak juga mau bikin bendera dan bikin tas.”  Gadis kecil itu melaporkan apa yang telah dibuat dan apa yang akan dibuat.  Ia asyik dengan boneka hasil karyanya.  Imajinasinya dituangkan dalam bentuk gambar, diwarnai, lalu digunting dan dimainkan sebagai boneka.  Ia menciptakan mainannya sendiri.  Alhamdulillah.

Setahun yang lalu saya pernah menulis agar jangan membelikan anak mainan namun beraktivitaslah bersama mereka untuk menciptakan mainan.  Ini yang terus kami lakukan pada buah hati kami.  Salah satunya adalah mengenalkan boneka kertas.  Pada awalnya ia hanya terlibat sebagai penonton, ia hadir pada saat boneka kertas itu dibuat.  Ia mengamati bagaimana cara menggambarnya.  Ia yang menentukan boneka apa yang akan dibuat.  Kemudian dia mulai mewarnai, lalu menggunting dan mulai menggambar sendiri boneka yang diinginkannya seiring dengan perkembangan motorik halusnya. 

Gadis kecil kami pertama kali membuat boneka sendiri menjelang ulang tahunnya yang kelima.  Alhamdulillah.  Ia senang sekali dengan karya perdananya.  Saya bahkan lebih senang. Tidak hanya bentuk fisiknya yang memesona tapi juga inisiatif dan kreativitas dari gadis kecil yang sebentar lagi akan meninggalkan status balitanya ini.  Ma syaa Allah.  Gambar ibu hamil dengan bajunya dan sebuah mobil ambulan itu menjadi masterpiece di mata saya. 

“Ini ambulan yang akan bawa ibu hamilnya ke rumah sakit,” ujarnya kala itu. 

Ia tahu bahwa ibu hamil akan pergi ke rumah sakit untuk melahirkan adik bayi. Ia kemudian menambahkan beberapa baju ibu hamil, adik bayi, bapaknya, susternya dan ada juga “Mbak galak” 😊.  Dia asyik bermain dengan tokoh-tokoh ciptaannya. 

Saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jawa dan Bali semenjak 2 Juli 2021 kemarin, pemerintah meminta kita untuk di rumah saja.  Telah lebih dari tiga pekan kita disarankan untuk membatasi aktivitas di luar rumah.  Kemampuan anak untuk dapat menciptakan mainannya sendiri akan sangat membantu bagi tercapainya kesejahteraan mental si kecil.  Ia dapat membuat kesibukan sendiri dan asyik dengan kegiatan tersebut.  Si kecil dapat mencari cara untuk mengisi waktunya.  Inisiatif muncul dari dalam dirinya sehingga ia tidak mudah merasa bosan.  Imajinasinya telah terlatih sejak dini, demikian pula kreativitasnya, in syaa Allah.  Hal ini tentunya tidak saja bermanfaat bagi si anak namun juga bagi kita sebagai orang tua.  Kita tak  perlu memutar otak untuk mencari aktivitas apa yang akan diberikan pada anak karena mereka telah menemukan kegiatannya sendiri. 

Setiap hasil membutuhkan proses.  Upaya meluangkan waktu untuk bermain bersama anak di lima tahun pertama masa tumbuh kembang mereka in syaa Allah akan menjadi hadiah berharga yang dapat kita berikan pada sang penerus generasi.  Melihat ia mulai mandiri di usia lima tahun ini, saya mengucap syukur yang dalam.  Ma syaa Allah.  Semoga sahabat dapurhati juga merasakan banyak hal yang dapat disyukuri bersama sang buah hati.  Selamat hari anak nasional, 23 Juli 2021.

Mutiara, 27 Juli 2021

Dian L Izwar


Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah,       “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”

QS. Al-Isra’ ayat 24


 

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

2 thoughts on “Boneka Kertas”

  • July 27, 2021 at 17:34
    Permalink

    MasyaAllah inspiratif sekali tulisannya. Sebelum membentuk anak menjadi kreatif, maka orgtua hrs lbh dahulu lbh kreatif ya mba. Semoga bisa terus jd orgtua yg kreatif mba dian

    Reply
    • July 28, 2021 at 13:03
      Permalink

      Alhamdulillah.
      Aamiin. Terima kasih doanya, Mbak Nisya.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *