Do Hope Don’t Expect
“Maksudnya gimana, Mbak?” tanya sang sahabat.
Saya membaca lagi pesan yang baru saya kirim.
“Do hope, don’t expect.” Demikian rangkaian kata yang tertulis.
Saya tersenyum. Kalimatnya memang agak membuat bingung. Dalam bahasa Indonesia, hope dan expect sering diterjemahkan menjadi kata yang sama.
‘Berharaplah, jangan berharap.’
Kalimat ini jadi terdengar janggal. Tak heran bila sang sahabat kemudian bertanya apa maksud untaian kata tersebut.
Meski sering diartikan sebagai berharap, sejatinya expect dan hope memiliki makna berbeda. Expect menyiratkan sebuah tingkat kepastian yang tinggi dan sering disertai dengan gambaran jelas mengenai apa yang akan terjadi. Sementara hope merujuk pada optimisme akan mendapat hal yang diinginkan tanpa menetapkan bahwa hal itu pasti terjadi. Kedua kata ini berorientasi pada masa yang akan datang, perbedaannya adalah pada tingkat kepastian terjadinya hal yang diharapkan. Seseorang yang expect to win seolah-olah telah menetapkan dalam pikirannya bahwa ia pasti menang. Sementara seseorang yang hope to win mempunyai rasa optimis bahwa ia akan menang meski tetap menyadari akan adanya kemungkinan lain. Lalu, mengapa harus hope dan jangan expect?
Beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat bercerita ia diundang makan durian di kebun temannya. Sang sahabat sangat senang. Bagi penggemar durian, menyantap buah berduri yang matang sempurna saat baru jatuh dari pohon adalah kenikmatan luar biasa. Sang sahabat sampai menolak jamuan makan siang karena tak ingin merasa kenyang saat nanti mendapati si raja buah. Ia membayangkan sensasi rasa durian matang yang baru jatuh dari pohon seperti yang biasa ia nikmati di kebun durian ayahnya.
Sesampainya di kebun, sang sahabat menemukan buah durian yang telah lama jatuh. Durian itu sudah retak dan ada yang terbelah, rasanya jauh dari yang dibayangkan. Rupanya teman yang mengundang juga sudah lama tidak ke kebun. Ia yang baru pulang ke Indonesia mendapat kabar dari tukang kebun bahwa durian sudah banyak yang jatuh. Penuh semangat, ia mengundang sang sahabat untuk bersama menikmati buah berduri itu. Ia ingin menyenangkan hati temannya yang penyuka durian. Yang ia lupa adalah informasi bahwa durian sudah banyak yang jatuh itu diterimanya 2 pekan silam. Empat belas hari adalah waktu yang cukup lama untuk menunggu. Batas waktu panen optimal telah berlalu.
Tentu saja sang sahabat kecewa. Apa yang ditemuinya di kebun tidak seperti yang ia bayangkan. Tidak ada buah durian matang di pohon yang bisa dinikmati. Harapan yang tidak sesuai kenyataan ini berujung pada kekecewaan.
Rasa kecewa muncul dari bayangan yang kita ciptakan. Saat kita memastikan akan mendapat sesuatu, peluang untuk kecewa pun hadir. Pada dasarnya kita tidak dapat menentukan dengan pasti apa yang akan kita dapatkan.
Esok, lusa, bahkan dua menit ke depan bukanlah hal yang berada di dalam kendali kita. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Hope memberi ruang untuk ketidakpastian ini. Meski penuh harap, kesadaran akan kuasa Ilahi Yang Maha Berkehendak membuat kita bersiap menerima apa pun yang diberikan. Penerimaan akan adanya kemungkinan mendapat sesuatu yang tidak sesuai harapan akan meminimalkan rasa kecewa. Semakin besar penerimaan, semakin rendah kekecewaan, in syaa Allah.
Di penghujung tahun, beberapa sahabat kerap membuat rencana dan menetapkan target yang hendak diraih di tahun yang baru. Tentu hal ini baik untuk meningkatkan motivasi dan mengarahkan langkah. Agar tak kecewa bila kelak ada yang tak terlaksana, selalulah awali dengan in syaa Allah. Ingatkan diri bahwa kita adalah hamba. Yang mampu memastikan hanya Dia. Do hope, don’t expect.
Semoga Yang Maha Mengatur memudahkan semua rencana baik kita. Aamiin.
Hari terakhir di penghujung 2024
Dian L Izwar
Jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan hal itu besok,” kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.” Ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.”
QS. Al-Kahfi: 23-24
