Oasis

Lima hari terakhir ini, saya dan keluarga senang menyimak siaran pertandingan bulutangkis di ajang Olimpiade Tokyo 2020.  Olimpiade yang digelar dari tanggal 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 ini memang tetap menggunakan nama Olimpiade Tokyo 2020 meski dilaksanakan pada tahun 2021.  Sedianya ajang pertandingan olah raga internasional ini akan diadakan tahun lalu tetapi pandemi covid-19 membuat penyelenggaraannya tertunda satu tahun.

Bulu tangkis adalah cabang olah raga yang disukai oleh sebagian besar anggota keluarga saya, apalagi ada wakil Indonesia yang bertarung memperebutkan medali.  Pertandingan badminton langsung menjadi tontonan favorit.  Kami saling mengingatkan mengenai jadwal pertandingan.  Pagi-pagi sudah ada yang berkirim pesan di grup WA khusus keluarga, “Jadwal Bulu Tangkis hari ini.”  Pada saat sebuah pertandingan dimulai, akan ada notifikasi di grop WA: “Om Ginting sudah main.”  Lalu kami akan duduk di depan televisi, menonton TVRI menyiarkan pertandingan langsung dari Musashino Forest Sports Plaza di Chōfu, Tokyo.

Meskipun berada di rumah yang berbeda, bahkan di pulau yang berbeda, kami merasa sedang menonton bersama.  Kami saling memberi komentar di WA grup seakan kami sedang berada di ruangan yang sama.  Kami merasakan semangat yang sama, aura pertandingan yang senada.  Kami asyik menikmati pertandingan dan masuk ke dalam getar semangat sang atlet.  Saya sangat menikmati saat-saat tersebut.  Saya menahan napas, bersorak gembira, berteriak gemas dan bertepuk tangan di sepanjang pertandingan.  Suami yang duduk di sebelah pun berada dalam nuansa emosi yang sama.  Kami saling berbagi ketegangan, kegemasan dan kegembiraan saat para pebulu tangkis Indonesia berlaga.  Lalu menarik napas lega saat pertandingan usai.  Tertawa lepas mengenang tingkah kami sendiri.

“Memangnya dia dengar, Bun?” Goda suami saat saya berseru, “Ayo, Ginting.  Semangat!”

Saya menoleh dan tawa kami berderai.

“Ucapan kan doa, Yah,” ujar saya.  “Bismillah, semoga Ginting menang.” 

Suami saya tersenyum.

Demikianlah kami menikmati pertandingan demi pertandingan.

Setiap orang punya jagoannya masing-masing.  Saya suka melihat semangat tanding Anthony Sinisuka Ginting.   Meskipun langkahnya menuju final terhenti saat kemarin kalah dari pebulu tangkis Cina, Chen Long, saya melihat ia telah melakukan yang terbaik.  Saya serasa ikut bergerak saat melihat ia berlari mengejar kok di lapangan.  Saya berharap Ginting memperoleh medali perunggu di Olimpiade pertamanya ini.

“Saya suka Sinisuka.”  Demikian saya menulis di grup WA yang disambut tawa oleh adik dan ipar saya. 😊

Saya juga terpesona oleh permainan ganda putri  Greysia Polii dan Rahayu Apriyani.  Saya senang melihat senyum dan kekompakan mereka di lapangan.  Saya berdoa agar mereka dapat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo ini. 

Sementara pebulu tangkis favorit para keponakan saya adalah the daddies (Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan) dan Jonatan Christie (mereka memanggilnya Om Jojo).  Melihat gaya kanak-kanak ini bermain bulu tangkis ala jagoan mereka melalui video yang dikirimkan ibunya,  tawa bahagia hadir di rumah kami. Mereka sedang demam bulu tangkis juga. 

Di tengah berita yang masuk silih berganti di grup media sosial mengenai kehilangan orang-orang terdekat karena pandemi, obrolan mengenai pertandingan bulu tangkis ini sungguh menjadi sebuah oasis yang menenangkan.  “Kesibukan” menonton dan menanti jadwal pertandingan (yang terkadang mundur) membuat saya sejenak melupakan covid-19.  Tanpa mengesampingkan kewaspadaan, saya merasa kita perlu menciptakan oasis-oasis kecil dalam menjalani tatanan hidup baru di masa pandemi ini. Semoga dengannya kesehatan mental kita tetap terjaga, in syaa Allah. 

Mutiara, 2 Agustus 2021

Dian L Izwar


“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari gundah gulana dan rasa sedih…”

(HR. Bukhari dan Muslim).


 

Dian

Psikolog yang senang belajar dan mengajar, gemar memasak dan menulis. Berharap agar sedikit pengetahuan yang dititipkan Allah padanya dapat membantu sesama dan menjadi penambah amal kebaikan baginya kelak di hari perhitungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *